PADANG - Ada kenangan masa kecil yang membawa seseorang kembali ke tempat yang pernah menjadi bagian hidupnya. Bagi Dony Oskaria, Stadion Haji Agus Salim di Padang menyimpan cerita yang telah melekat sejak ia masih duduk di bangku sekolah dasar.
Empat dekade lebih berlalu, Dony kembali mengunjungi stadion tersebut. Selasa (27/10/2026), Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia itu meninjau pembangunan kembali stadion kebanggaan masyarakat Sumatera Barat.
Kali ini, ia datang bukan hanya untuk melihat pembangunan sebuah fasilitas olahraga. Stadion itu menyimpan jejak masa kecilnya, ketika ia masih bersekolah di kawasan Ulak Karang, Padang.
Dony mengingat Stadion Haji Agus Salim mulai digunakan pada 1983 untuk kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ). Pada masa itu, ia masih duduk di bangku sekolah dasar dan pernah bermain di stadion tersebut.
Kenangan itu kini bertemu dengan kenyataan bahwa stadion tersebut membutuhkan pembaruan. Menurut Dony, selama sekitar 43 tahun, stadion itu belum mengalami perubahan berarti.
Pengalaman personal itulah yang membuatnya menaruh perhatian pada kualitas pembangunan. Ia ingin stadion yang pernah menjadi bagian dari masa kecilnya tetap bisa dinikmati anak-anak Sumatera Barat pada masa mendatang.“Jadi saya titip, pembangunan ini harus dilakukan dengan sebaik mungkin,” kata Dony saat meninjau pembangunan Stadion Haji Agus Salim bersama Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade dan Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero) Koentjoro.
Dari Kenangan Menjadi Tanggung Jawab
Bagi Dony, membangun kembali stadion tidak cukup hanya menghadirkan tampilan yang megah. Kualitas konstruksi menjadi hal mendasar yang harus diperhatikan sejak awal pengerjaan.
Ia mengingatkan seluruh pihak agar tidak mengabaikan kekuatan struktur bangunan. Stadion tersebut harus aman, kokoh, dan mampu bertahan dalam jangka panjang.
Editor : Fix Sumbar