“Jangan main-main dengan strukturnya. Karena ini warisan yang nanti akan dinikmati oleh berbagai macam generasi,” ujarnya.
Dony berharap stadion itu memiliki usia manfaat hingga 100 tahun. Ia juga meminta kontraktor memastikan bangunan memenuhi standar keselamatan, termasuk ketahanan terhadap gempa.
Harapan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan stadion bukan semata-mata urusan menyelesaikan proyek. Ada tanggung jawab untuk memastikan fasilitas itu tetap bermanfaat setelah generasi yang membangunnya berlalu.
Dony juga menekankan pentingnya ketelitian dan presisi dalam pengerjaan. Menurutnya, desain yang terlihat bagus belum tentu menghasilkan bangunan berkualitas jika pelaksanaannya tidak sesuai standar.
“Membuat gambar juga gampang. Gambarnya dilihat bagus, tetapi kembali lagi eksekusi. Eksekusi itu yang menentukan kita berkualitas atau tidak,” tuturnya.
Agar Generasi Berikutnya Memiliki Kenangan
Stadion Haji Agus Salim bukan sekadar bangunan bagi masyarakat Sumatera Barat. Tempat ini menjadi bagian dari perjalanan olahraga daerah dan ruang berkumpul bagi masyarakat.Bagi Dony, stadion tersebut juga menyimpan cerita pribadi yang bermula ketika ia masih kecil. Kini, ia ingin pembangunan kembali stadion menghadirkan manfaat yang jauh melampaui masa pengerjaannya.
Ia meminta setiap tahapan pembangunan memperhatikan kekuatan struktur, kualitas material, dan ketelitian pekerjaan. Semua itu menjadi dasar agar stadion dapat digunakan secara aman selama puluhan tahun.
Dony berharap Stadion Haji Agus Salim menjadi salah satu stadion terbaik di Indonesia. Namun, ia juga menaruh perhatian pada sesuatu yang lebih panjang daripada proses pembangunan itu sendiri.
Editor : Fix Sumbar