DPD RI Menyapa: Jangan Hanya Retorika, Mulailah dari Pembenahan Internal

DPD RI Menyapa: Jangan Hanya Retorika, Mulailah dari Pembenahan Internal
DPD RI Menyapa: Jangan Hanya Retorika, Mulailah dari Pembenahan Internal

Menurut saya, keberhasilan program DPD RI Menyapa harus memiliki dua dimensi.

Pertama, menyapa ke luar, yakni mendengarkan aspirasi masyarakat, memperjuangkan kepentingan daerah, dan memastikan rekomendasi senator ditindaklanjuti oleh pemerintah maupun DPR.

Kedua, menyapa ke dalam, yakni melakukan introspeksi kelembagaan, memperkuat profesionalisme birokrasi, membangun integritas aparatur, serta memutus potensi mata rantai nepotisme, kolusi, dan perilaku koruptif.

Saya berharap peringatan 22 tahun DPD RI tidak berhenti sebagai seremoni, slogan, atau retorika komunikasi politik. Harus ada ukuran keberhasilan, agenda pembenahan, dan laporan tindak lanjut yang dapat diketahui masyarakat.

DPD RI harus kuat dalam representasi, efektif dalam kewenangan, profesional dalam birokrasi, dan bersih dalam tata kelola.

Sebagai mantan birokrat parlemen Senayan, harapan saya sederhana: sebelum DPD RI mengajak daerah untuk berubah, marilah terlebih dahulu memberikan keteladanan perubahan dari dalam rumah sendiri. Sebab, lembaga yang memperjuangkan kepentingan rakyat harus mampu membuktikan bahwa dirinya juga bersih, berintegritas, dan bertanggung jawab kepada rakyat.

Jangan sampai DPD RI Menyapa hanya menjadi retorika. Saatnya menyapa dengan kerja nyata, mengawal daerah dengan kewenangan, dan membangun kepercayaan publik melalui integritas.

Editor : Fix Sumbar
Banner Ultah Golkar 20
Bagikan

Berita Terkait
Terkini