Bisa jadi bukan hanya yang tinggal di ranah Minang, tapi juga pada orang yang tinggal di luar Sumatera Barat.
Tapi saya saja yang tidak tahu.
Pernyataan dari teman sesama mahasiswa baru Universitas Andalas tahun 1987 tersebut, yang mengatakan bahwa tidak ada orang Minang yang bisa jadi Jendral bintang 4 di Ketentaraan sejak saat itu terus teringat dalam pikiran saya. Dan walaupun sudah puluhan tahun pernyataan tersebut masih melekat dalam ingatan saya sampai saat ini.
Karena sejak pernyataan tersebut pertama kali saya dengar, saya terus mengamati dan mencermati Jendral Jendral bintang 4 di lingkungan TNI, maka memang sampai saat ini belum satupun Putra Minangkabau yang menjadi Jendral bintang 4.
Apakah betul karena sebab adanya PRRI?, belum tentu juga begitu, tapi adalah merupakan sebuah fakta yang sulit dibantah ,bahwa mmg ada stigma, persepsi atau bisa disebut juga "trauma" yang berkembang ditengah masyarakat terutama bagi yang hidup masa masa tersebut dan generasi yang lahir tidak lama setelah terjadinya peristiwa PRRI, bahwa hal tersebut disebabkan oleh adanya PRRI pada akhir tahun 50 an tersebut.
Pada tahun 2014 saya pernah diminta menjadi pembicara pada acara bedah buku "Jejak Sang Infanteri" Biografi 70 tahun Letjen TNI (Purn) Muzani Syukur yang kala itu menjabat sebagai Komisaris Utama PT. Semen Padang.
Pada kesempatan itu saya sempat bertanya dari atas panggung kepada beliau, apakah ada perbedaan perlakuan terhadap Putra Minangkabau di TNI dan apakah belum adanya Putra Indonesia yang berasal dari Minangkabau menyandang pangkat Jendral bintang 4 karena terkait dengan peristiwa PRRI.Langsung secara spontan pertanyaan saya tersebut dijawab oleh bapak Mayjend TNI (Purn) Mulchis Anwar teman seangkatan bapak Muzani Syukur di Akabri, bahwa tidak ada perbedaan perlakuan terhadap mereka di TNI dan diperlakukan sama dengan perwira perwira TNI yang lain, dan belum adanya Putra Indonesia yang berasal dari Minangkabau yang menyandang bintang 4 atau Jendral penuh tidak disebabkan karena adanya PRRI. Penjelasan bapak Mulchis Anwar tersebut diamini oleh bapak Muzani Syukur.
Terlepas apakah tidak adanya putra Indonesia asal Minangkabau, eh...maaf pak Prabowo, maksud saya , terlepas apakah BELUM adanya putra Indonesia asal Minang yang menjadi Jendral bintang 4 di TNI adalah karena terkait atau berkait dengan PRRI apakah merupakan fakta atau persepsi belaka saja.
Generasi muda dan masyarakat luas harus tahu.
