Insan Antara Garda Terdepan Program Negara

Foto Adrian Tuswandi

Jadi, Insan Antara tidak individu yang menjalan profesi abu-abu, dia, dari Dewan Pengawas, Dewan Direksi, BOD-1 dan BOD-1 hingga crew berita, editing dan sunting, telah punya sikap ruang redaksi yaitu garda terdepan publisting program presiden Prabowo Subianto.

Program Presiden itu sudah hapal oleh semua rakyat Indonesia, seperti ketahanan pangan, ketahanan energi, pendidikan dan kesehatan serta ekonomi kerakyatan berdasarkan Pasal 33 UUD Negara Republik Indonesia 1945.

Ada banyak akses gorengan netizen berklasifikasi buzzer terhadap program unggulan presiden peraih suara terbanyak Pemilu 2024 lalu itu.

LKBN Antara tidak tinggal diam, dengan tetap merujuk kepada kode etik, UU 40 tahun 1999, dan kaidah jurnalistik kekinian, Insan Antara lewat produk jurnalistik yang mengedepankan keberimbangan, kuat data dan fakta, senantiasa meluruskan ke publik terkait gorengan buzerr yang dalam tanda kutip sudah awut-awutan menyerang kebijakan Presiden Prabawo Subianto.

Tidak itu saja, di cabang kekuasan negara lain, kalau tidak benar isunya maka insan Antara pasti terdepan dalam meluruskan atau mengklarifikasi lewat produk jurnalis hight level.

Masih meragukah 'Netizen 62' atas komitmen dan konsistensi LKBN Antara dalam berkarya produk jurnalis. Tentu lah tidak, karena mempelototin produk dihasilkan LKBN Antara tidak bisa dipelototin sepotong-potong. Baca, dengar dan saksikan sampai habis produk LKBN Antara itu, maka di situ alam bawah sadar pembaca dan pemirsa paham bahwa news keluaran LKBN Antara very qualifeid jurnalistik.

Penulis sendiri menyadari bahwa selaku Kantor Berita Negara tentuk insan Antara kemampuanya harus di atas indeks rata rata junalis hebat nasional, atau kemampuan insan Antara harus selevel dengan jurnalis internasional, harus selalu berproses.

Apalagi menurut riset penulis, bahwa insan antara adalah pembawa bendera atau the flag carrier, sebuah kerja luar biasa yang terimprovisasi atas hadirnya Antara tahun 1937, sampai kemerdekaan dan mempertahankan kemerdekaan yaitu pers pejuang.

Di Antara itu sejak lahir hingga DNA yang mengalis kini dan kedepan, adalah selalu menjadi jurnalis pejuang.

Mereka satu tekad, berita program presiden harga mati dalam berbagai ujud penyajiannya.

Banner Komintau - MenteriBanner KI sumbarBanner Nevi - HajiBanner Rahmat Hidayat - Hari Buruh
Bagikan

Opini lainnya
Terkini