Refleksi Energi Indonesia 2024: Langkah Menuju Transisi Hijau 2025

Foto Hj. Nevi Zuairina

Namun, ada harapan di tengah kendala ini.

Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik Hijau 2021-2030 yang menargetkan 48% porsi pembangkit energi terbarukan memberikan optimisme.

Energi surya, yang kini lebih terjangkau, semakin menarik untuk diadopsi. Selain itu, pengembangan bioenergi dan bioetanol mulai menjadi fokus pemerintah sebagai bagian dari strategi bauran energi primer.

Untuk mempercepat transisi, diperlukan kebijakan yang konsisten, seperti pengalihan subsidi energi fosil ke energi terbarukan, serta pembebasan pajak bagi proyek energi hijau.

Melangkah ke tahun 2025, ada peluang besar bagi Indonesia untuk menjadi pemimpin dalam pengembangan energi hijau di Asia Tenggara.

Namun, keberhasilan transisi ini bergantung pada sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat.

Pembangunan infrastruktur energi terbarukan harus dipercepat, termasuk peningkatan kapasitas penyimpanan energi dan penguatan jaringan distribusi di wilayah terpencil.

Edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya energi hijau juga harus ditingkatkan, bersamaan dengan dorongan terhadap program energi terbarukan berbasis komunitas.

Pemerintah perlu menjalin kolaborasi dengan lembaga keuangan internasional untuk mendukung pendanaan proyek energi hijau.

Dengan kebijakan yang tepat, investasi yang cukup, dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, Indonesia mampu melangkah menuju masa depan energi yang bersih, berkelanjutan, dan berkeadilan.

Banner JMSI 2026Banner - Berita Duka Bpk Azwar
Bagikan

Opini lainnya
Terkini