Sampah plastik masih menjadi masalah yang cukup serius di dunia. Plastik banyak digunakan karena ketahanannya yang tidak mudah rusak, harganya murah, ringan, dan tahan air. Sampah plastik butuh ratusan tahun untuk terurai dengan sempurna. Produksi bioplastik menjadi salah satu solusi dari masalah ini.
Bioplastik merupakan plastik yang mudah diuraikan oleh mikroorganisme pengurai. Bioplastik dapat dihasilkan dari bahan baku seperti minyak nabati, pati, lignoselulosa dan protein. Produksi bioplastik juga bisa memanfaatkan bahan baku limbah, seperti minyak jelantah, sisa produksi gula, atau limbah pertanian. Hal ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga bisa mengolah limbah organik.
Salah satu bioplastik yang bagus untuk dikembangkan yaitu Poli (3-Hidroksibutirat) P(3HB). P(3HB) dihasikan dengan bantuan bakteri. Bakteri dapat memproduksi P(3HB) didalam selnya sebagai cadangan energi dalam kondisi kekurangan nutrisi dan kelebihan sumber karbon dari bahan baku pada saat proses fermentasi. Hasil akumulasi ini akan diesktrak dan diproses lebih lanjut sehingga dapat menghasilkan berbagai macam produk bioplastik.Bioplastik akan diuraikan oleh mikroorganisme pengurai menjadi karbondioksida tanpa meninggalkan zat yang berbahaya. Ketika dibakar pun tidak menimbulkan senyawa beracun bagi manusia. Tentu ini jadi jalan keluar yang ideal bagi permasalahan sampah di dunia yang datang dari makhluk terkecil. Jika dikembangkan dengan baik, bioplastik dapat menggantikan plastik sintetis dimulai dari kantong belanja, botol shampo, dan kemasan makanan.
Memang, masih ada tantangan dalam produksi bioplastik. Dari biaya produksi yang tinggi, pemilihan teknologi fermentasi dan skala industri yang akan diterapkan. Hal ini masih menjadi perhatian utama yang akan dikembangkan oleh para peneliti dan produsen plastik. Walaupun demikian, tidak ada salahnya tetap mencoba melakukan hal yang dikira sulit daripada terus terbelenggu pada masalah yang sama. (*)