D'MASIV Tampil di MUSEXPO 2025: Langkah Besar Menuju Pasar Global

D'MASIV siap meretas mimpi go internasional dengan tampil di acara bergengsi MUSEXPO 2025 yang akan dihelat di Los Angeles, Amerika Serikat, pada 12-20 Maret 2025. (Foto: Ist)
D'MASIV siap meretas mimpi go internasional dengan tampil di acara bergengsi MUSEXPO 2025 yang akan dihelat di Los Angeles, Amerika Serikat, pada 12-20 Maret 2025. (Foto: Ist)

“Banyak CEO musik dunia, seperti dari Netflix hingga Disney hadir di even ini. Makanya kita harus tampil maksimal. Bahkan saya kembali belajar les bahasa Inggris, agar pronounciation saya yang bagus," imbuh Rian.

Tak hanya sekadar tampil, dalam ajang ini band asal Ciledug ini akan memanfaatkan momen untuk mencari partner yang pas, teristimewa dengan record label yang tertarik dengan DMASIV.

Intinya, kalau kita mau punya karya yang dikenal secara luas, kita harus menembus pasar AS, baru dikenal secara worldwide. Sebagaimana yang dilakukan Cold Play dan Adele, juga sejumlah boy band dari Korsel.

“D’MASIV mau menaikkan level mimpi, karena kita uda tampil di sejumlah kota di Indonesia, bahkan kota yang ngga ada di peta. Kita juga ingin tampil di Paris, London dan Berlin. Sebagaimana yang pernah kita lakukan di Manchester dan Hamburg saat melakukan test mental beberapa waktu lalu dan ini juga jadi pintu bagi musisi band Indonesia lain untuk bisa berkiprah di panggung global," cerita Rian.

Pemilik nama lengkap Rian Ekky Pradipta ini pun memastikan musik D'Masiv yang akan manggung di LA, AS, bukan sembarangan dan tentu apabila menjadi representasi, ambasador kebudayaan Indonesia, tidak harus dari pakaiannya, sebagaimana dilakukan Niki (Nicole Zefanya, penyanyi Indonesia asal Tangerang Kota) yang dalam sebuah wawancaranya saat itu memperkenalkan musisi Indonesia seperti Chrisye.

“Kita ingin tampil orisinal sebagai band dari Ciledug, Indonesia. Meski sebenarnya kita bikin lagu notasinya bukan untuk orang Indonesia, karena ketukannya sudah beda. Makanya kita telah melakukan mapping produser mana yang cocok dengan musik D' Masiv. Makanya kita ngga sabar untuk busines meeting di sana. Termasuk menjadi band yang bertanggung jawab secara live," terang Rian.

Tak sekadar persiapan dengan latihan matang yang telah mereka lakukan, atau dengan coba menciptakan sejumlah komposisi musik anyar, tapi D'Masiv pede bisa berbicara banyak di musik dunia karena selama ini telah melakukan konsultasi aktif dengan Sat Bilsa,seorang tokoh eksekutif musik yang sangat dihormati dalam bisnis musik di AS.

Dia pendiri dan presiden dari A&R Worldwide, sebuah perusahaan konsultasi musik yang berbasis di Los Angeles.

Bisa dikatakan Sat Bisla memiliki pengalaman jam terbang lebih dari 20 tahun dalam bisnis musik, dengan fokus pada pengembangan artis, A&R, dan pemasaran. Ia telah bekerja dengan beberapa label rekaman besar, termasuk Universal Music Group, Sony Music Entertainment, dan Warner Music Group.

"Kami berharap, telinga dan jaringan bisnisnya luar biasa sekali dan berharap D’MASIV bisa mengikuti jejak musisi dunia lain dan sukses go global ," kata Rian.

Editor : Fix Sumbar
Banner Komintau - MenteriBanner KI sumbarBanner Nevi - HajiBanner Rahmat Hidayat - Hari BuruhBanner Rahmat Saleh - Pers
Bagikan

Berita Terkait
Terkini