Kurangi Limbah Buah Kolang Kaling, UNP Padang Adakan Pelatihan di Nagari Matua Hilia Agam

Teks Foto : Mahasiswa UNP Padang Adakan Pelatihan di Nagari Matua Hilia Agam. IST
Teks Foto : Mahasiswa UNP Padang Adakan Pelatihan di Nagari Matua Hilia Agam. IST

PADANG - Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Padang (UNP) melaksanakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bertajuk Green Entrepreneurship: Pemberdayaan Ibu-Ibu PKK Nagari Matua Hilia melalui Aneka Olahan Produk Kolang-Kaling Berbasis Zero Waste.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan nilai tambah kolang-kaling sebagai potensi lokal unggulan nagari sekaligus memberdayakan ekonomi keluarga melalui wirausaha ramah lingkungan yang minim limbah.

Tim pelaksanan program pengabdian kepada masyarakat ini terdiri dari Prof. Dr. Desnita, M.Si dari FMIPA UNP, Tri Kurniawati, S.Pd, M.Pd dari FEB UNP dan Fauzan Aulia, S.Ds., M.Sn dari FBS UNP.

Dalam pelatihan dan pendampingan ini, ibu-ibu PKK di Nagari Matua Hilia dilatih untuk mengolah kolang-kaling menjadi berbagai produk kreatif dan berpotensi untuk bernilai jual tinggi, seperti selai naga kolang-kaling, selai nenas kolang-kaling, selai sarikaya kolang-kaling, es krim kolang-kaling, hingga mie kolang-kaling.

Selain produk konsumsi, peserta juga diajarkan cara memanfaatkan limbah sisa pengolahan menjadi eco enzyme, sebagai wujud nyata implementasi konsep zero waste dalam kewirausahaan hijau.

Ketua tim pengabdian dari UNP, Tri Kurniawati, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya mendorong kemandirian ekonomi perempuan desa, tetapi juga memperkenalkan konsep wirausaha berkelanjutan yang ramah lingkungan.

"Kami ingin ibu-ibu PKK tidak hanya bisa memproduksi, tetapi juga memahami pentingnya keberlanjutan, pemasaran, dan pengemasan produk yang menarik untuk mampu bersaing di pasar," ujarnya, Jumat (1/8/2025).

Kegiatan ini disambut antusias oleh warga dan pemerintah nagari. Wali Nagari Matua Hilia mengungkapkan rasa terima kasih dan berharap program ini terus berlanjut.

“Melalui pelatihan ini, ibu-ibu menjadi lebih percaya diri untuk berwirausaha. Kami senang karena kolang-kaling yang selama ini hanya direbus kini bisa menjadi beragam produk bernilai ekonomi tinggi tanpa menghasilkan limbah yang mencemari lingkungan,” ujarnya.

Dengan semangat kolaboratif, PKM ini diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal dan pelestarian lingkungan. Keterampilan yang diperolah Ibu Ibu PKK melalui program PKM ini dapat dimanfaatkan untuk memberikan menu sehat bagi keluarga dari olahan produk lokal dan tentu saja juga sangat berpotensi menjadi ide bisnis yang menguntungkan.

Editor : Fix Sumbar
Banner JPS- Insanul KamilBanner Nindy - JPS
Bagikan

Berita Terkait
Terkini