Literasi Kunci Masa Depan, Generasi Muda Diminta Tingkatkan Budaya Membaca

Teks Foto : Dosen Politeknik ATI Padang Dr. Candrianto, ST, M.Pd. IST
Teks Foto : Dosen Politeknik ATI Padang Dr. Candrianto, ST, M.Pd. IST

PADANG - Dosen Politeknik ATI Padang Dr. Candrianto, ST, M.Pd, menyampaikan literasi dinilai menjadi salah satu kunci penting untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan global. Tanpa kemampuan literasi yang baik, generasi penerus bangsa dikhawatirkan akan kesulitan bersaing di era digitalisasi dan arus informasi yang begitu cepat.

Literasi bukan hanya tentang membaca buku atau menulis kata-kata, melainkan tentang bagaimana memahami, mengolah, dan memanfaatkan informasi untuk kehidupan. Menurutnya, literasi adalah pintu gerbang menuju dunia yang lebih luas. Dengan literasi, belajar menghargai perbedaan, melatih daya kritis, dan mengasah imajinasi untuk berkreasi.

Candrianto merasakan sendiri bahwa generasi muda yang membiasakan diri dengan literasi akan lebih percaya diri dalam menghadapi tantangan. Mereka mampu berkomunikasi dengan baik, mengambil keputusan yang bijak, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan. Literasi juga menanamkan nilai-nilai karakter, seperti disiplin, rasa ingin tahu, dan tanggung jawab.

Menurut pengamat pendidikan, literasi bukan hanya sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup keterampilan berpikir kritis, kreatif, serta kemampuan memilah informasi yang benar.

“Literasi adalah cahaya masa depan. Generasi yang literat akan lebih siap menghadapi tantangan, berdaya saing tinggi, dan berkarakter kuat,” ujar Dr. Candrianto, pemerhati pendidikan dan juga penulis di Sumbar, Jumat (22/8/2025).

Di tengah derasnya arus informasi dari media sosial dan internet, literasi menjadi semakin penting. Generasi muda kini dituntut untuk mampu menyaring informasi, agar tidak terjebak pada berita palsu atau hoaks.

“Kalau anak muda tidak dibekali kemampuan literasi digital, mereka bisa mudah terpengaruh. Sebaliknya, jika mereka cerdas dalam membaca informasi, maka teknologi bisa jadi peluang besar untuk belajar, berkreasi, bahkan berwirausaha,” katanya.

Di tengah arus digitalisasi yang begitu deras, literasi menjadi benteng sekaligus pelita. Tanpa literasi, generasi muda akan mudah terombang-ambing dalam derasnya informasi. Sebaliknya, dengan literasi, mereka dapat memilah yang bermanfaat, mengembangkan potensi diri, serta berkontribusi positif bagi masyarakat.

Beberapa generasi muda juga merasakan dampak positif dari literasi. Nanda, seorang siswa SMA di Padang, mengaku semakin percaya diri dalam berdiskusi setelah membiasakan diri membaca buku setiap hari. “Literasi membuat saya lebih berani mengemukakan pendapat, tapi juga menghargai pandangan orang lain,” katanya.

Sementara itu, Meza, seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Sumbar, menyebutkan bahwa menulis adalah caranya mengembangkan kreativitas. “Dengan menulis, saya bisa menuangkan ide dan berbagi inspirasi. Saya percaya literasi itu membuka jalan menuju masa depan yang lebih cerah,” ujarnya.

Editor : Fix Sumbar
Banner JPS- Insanul KamilBanner Nindy - JPS
Bagikan

Berita Terkait
Terkini