Membangun budaya literasi tidak bisa dilakukan sendiri. Peran keluarga, sekolah, hingga pemerintah sangat penting untuk mendukung terciptanya ekosistem literasi. Orang tua dapat menjadi teladan dengan membiasakan membaca di rumah, sekolah bisa menghadirkan program literasi kreatif, sementara pemerintah perlu menyediakan infrastruktur dan fasilitas pendukung.
Generasi muda yang literat diyakini akan menjadi generasi emas Indonesia pada tahun 2045. Mereka tidak hanya cerdas dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga tangguh dalam menghadapi perubahan.
“Mari bersama-sama menyalakan semangat literasi. Budaya membaca, menulis, dan berpikir kritis harus menjadi gaya hidup anak muda kita. Hanya dengan literasi, bangsa ini bisa melangkah lebih maju dan bermartabat,” ucap Candrianto.
Ia percaya, literasi adalah investasi jangka panjang yang paling berharga. Generasi yang literat adalah generasi yang tangguh, cerdas, kreatif, dan siap memimpin bangsa menuju masa depan yang lebih gemilang. Karena itu, mari jadikan literasi sebagai budaya bersama, agar cahaya masa depan selalu menyinari langkah generasi muda. (*) Editor : Fix Sumbar