"Meski demikian, UNAND terus meningkatkan infrastruktur server, alur approval, serta kapasitas SDM agar layanan semakin optimal," ujar Eva Yonnedi.
Rektor UNAND menyatakan bahwa kepercayaan Ditjen Dikti merupakan bukti bahwa UNAND berada di jalur yang tepat dalam mendukung transformasi digital nasional.
“Digitalisasi ijazah bukan sekadar inovasi, tetapi perlindungan masa depan lulusan. Sistem ini memastikan ijazah UNAND diakui secara sah, aman, dan dapat diverifikasi kapan saja. Kami berharap praktik baik ini bisa menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi lain,” ujarnya.
Dengan berpartisipasi pada forum ini, UNAND memperkuat perannya sebagai pionir kampus digital dan mitra strategis pemerintah dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang transparan, efisien, dan berdaya saing global. (*) Editor : Fix Sumbar