80 Tahun Sumbar: Rahmat Saleh, Pertanian hingga Hilirisasi Gambir

Teks Foto : Rahmat Saleh. IST
Teks Foto : Rahmat Saleh. IST

‎Rahmat juga mengingatkan agar pembangunan pertanian tidak hanya bertumpu pada pemerintah daerah.

‎Menurutnya, kolaborasi dengan pemerintah pusat, swasta, hingga lembaga pendidikan menjadi kunci dalam membawa Sumbar keluar dari stagnasi.

‎“Teknologi pertanian, riset, dan keterlibatan generasi muda sangat penting. Tanpa itu, Sumbar akan tertinggal dalam menghadapi persaingan global,” jelasnya.

‎Salah satu yang ia soroti adalah potensi gambir, komoditas khas Sumbar yang selama ini masih diekspor dalam bentuk mentah.

‎Menurut Rahmat, pengolahan gambir di dalam negeri bisa menjadi ikon baru kebangkitan ekonomi Sumbar.

‎“Kalau diolah di sini, manfaatnya akan langsung dirasakan petani, bukan orang lain di luar negeri,” katanya.

‎Meski begitu, Rahmat tidak menutup mata pada tantangan besar yang menanti.

‎Perubahan iklim, alih fungsi lahan, hingga minimnya regenerasi petani disebutnya sebagai masalah yang harus ditangani dengan kebijakan jangka panjang.

‎“Kalau kita bicara Sumbar maju, itu bukan sekadar jargon. Harus ada kerja bersama, bahu membahu. Masyarakat harus merasakan langsung manfaat pembangunan. Dan jalan paling realistis adalah memperkuat sektor pertanian,” ucapnya. (*)

Editor : Fix Sumbar
Banner Komintau - Menteri
Bagikan

Berita Terkait
Terkini