“Selamat datang kepada senator kami, Pak Irman Gusman. Kami sudah lama menunggu kunjungan ini. Kami berharap bisa saling berinteraksi dan melihat langsung kondisi kami di Mentawai,” ujar Rinto.
Ia menuturkan, Mentawai masih menghadapi banyak keterbatasan, terutama pada sektor infrastruktur dasar seperti jalan, listrik, dan air bersih.
“Kondisi sosial masyarakat masih sulit. Lampu sering mati, suplai listrik terbatas, sementara bantuan yang datang kadang tidak bisa dipelihara. Ini menjadi tantangan bagi kami,” katanya.
Rinto menjelaskan, pemerintah daerah saat ini memiliki enam program prioritas, di antaranya pembangunan jalan, komunikasi dan jaringan internet, penyediaan listrik, sumber air bersih, layanan kesehatan, dan peningkatan ekonomi masyarakat.
“Mentawai sempat disebut kabupaten termiskin di Sumbar. Saya protes, karena ukuran kemiskinan itu tidak sesuai. Di sini tidak ada beras, tapi ada sagu, ikan segar, dan bahan pangan lokal yang melimpah,” ujarnya.
Menurutnya, semua persoalan pembangunan bermuara pada akses jalan. “Kalau sudah ada jalan, tiang listrik bisa dibangun, jaringan internet dan air bersih bisa menjangkau masyarakat,” katanya.Ia juga memaparkan beberapa inovasi daerah, seperti rumah sakit bergerak dan ambulans laut untuk menjangkau masyarakat di pulau-pulau terpencil. “Kalau sakit, rumah sakit yang datang ke rumah. Begitu juga ambulans laut, sangat membantu masyarakat,” ucapnya.
Bupati Rinto berharap pemerintah pusat dan para senator di DPD RI dapat terus memperjuangkan peningkatan infrastruktur Mentawai, terutama jalan poros antarpulau.
“Kalau jalan sudah layak, waktu dan biaya bisa dihemat, ekonomi tumbuh, masyarakat pun termotivasi untuk berusaha. Kami hanya ingin satu hal, bukakan jalan kami. Itu kunci kemajuan Mentawai,” ucapnya. (*)
Editor : Fix Sumbar