Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas BUMN agar modernisasi galangan dan peningkatan layanan pelabuhan dapat berjalan paralel dengan peningkatan kualitas SDM maritim nasional.
Nevi turut mengingatkan bahwa pembahasan isu maritim harus mempertimbangkan dinamika ekosistem perkapalan secara luas. “Pengurangan impor memang penting, namun harus dikelola secara hati-hati agar tidak mengganggu kelangsungan proyek dan stabilitas industri maritim nasional,” tambahnya.
Ia berharap hasil kunjungan ini menjadi dasar penyusunan kebijakan yang lebih kuat, terutama menyangkut pengawasan kontrak industri pertahanan, harmonisasi regulasi lintas kementerian, serta penguatan kapasitas galangan dan kepelabuhanan nasional.
“Industri maritim adalah pilar strategis kedaulatan ekonomi Indonesia. Kemandirian kapal nasional harus dibangun dari dalam negeri, dengan tata kelola yang transparan dan ekosistem industri yang solid,” ucapnya. (*) Editor : Fix Sumbar


