JAKARTA - Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Golkar, Zigo Rolanda, menegaskan perlunya percepatan pemulihan rumah warga yang rusak akibat banjir bandang dan longsor di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
Anggota Fraksi Partai Golkar itu menyampaikan desakan pada Rapat Kerja Komisi V DPR RI bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, yang membahas pelaksanaan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Zigo menjelaskan kondisi bencana yang ia lihat saat turun langsung ke daerah terdampak. Ia menilai kebutuhan rumah menjadi persoalan paling mendesak setelah kebutuhan air bersih.
“Pada beberapa minggu ini banyak provinsi yang terdampak bencana, termasuk dapil saya. Saya baru tadi pagi dari Padang, meninjau wilayah banjir di Sumatera Barat. Rata-rata kebutuhan pertama warga, selain air bersih, adalah rumah,” ujarnya Kamis 4/12-2025.
Zigo lalu memaparkan data kerusakan rumah berdasarkan laporan sementara dari pemerintah daerah.
“Rumah yang hanyut lebih kurang 428 unit, rusak berat 1.301 unit, rusak sedang 1.429 unit, dan rusak ringan 1.302 unit. Total warga terdampak lebih kurang 37.406 rumah,” jelasnya.Ia menilai data tersebut menunjukkan perlunya langkah cepat dan terukur agar masyarakat tidak menunggu terlalu lama.
Sebagai tindak lanjut, Zigo mendorong Kementerian PKP mempercepat penanganan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.
Zigo pun meminta kementerian menyiapkan skema percepatan meski APBN 2026 telah ditetapkan. Ia juga mengusulkan agar rumah-rumah BSPS yang sebelumnya pernah dibangun kembali diusulkan jika kini masuk kategori terdampak berat.
Selain itu, Zigo mengingatkan target pembangunan tiga juta rumah di masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Editor : Fix Sumbar


