PADANG - Langkah Dony Oskaria memasuki kawasan PT Semen Padang bukan hadir lalu pergi. Bagi pria yang kini menjabat COO Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, kunjungan itu terasa seperti pulang ke ruang kenangan. Tempat yang dulu menjadi simbol kebanggaan ekonomi Sumbar.
Putra asli Tanjuang Alam, Kabupaten Tanah Datar, itu berdiri di hadapan ratusan karyawan dengan nada bicara tegas, namun sarat kegelisahan. Ia mengaku, pertemuan itu menjadi momen pertama dirinya bertatap langsung dengan seluruh keluarga besar Semen Padang.
“Kesempatan ini pertama kali saya bertemu dengan seluruh karyawan Semen Padang. Ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan kepada teman-teman sekalian,” ujar Dony membuka arahannya, baru-baru ini.
Transformasi Harus Sampai ke Level Perusahaan
Menurut Dony, Indonesia tengah memasuki fase transformasi besar, bukan hanya di lingkup BUMN, tetapi juga dalam tata kelola negara secara menyeluruh. Ia menegaskan perubahan tersebut harus dirasakan hingga ke tingkat perusahaan.
“Transformasi ini tentu harus sampai kepada level perusahaan. Kita ingin perubahan yang fundamental, bukan lagi di level artificial,” katanya.Ia menyebut, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, arah pembangunan nasional kini difokuskan pada pertumbuhan ekonomi yang kuat dan berkelanjutan. Karena itu, BUMN yang didalamnya termasuk Semen Padang harus menjadi bagian penting dari perubahan tersebut.
Kegelisahan terhadap Kondisi Sumbar
Di tengah paparannya, Dony secara terbuka menyampaikan kegelisahannya terhadap kondisi kampung halaman. Ia bahkan menyebut dirinya sebagai pengkritik paling keras Sumbar, justru karena rasa cintanya yang besar.
“Saya termasuk pengkritik Sumbar paling keras, karena saya paling cinta sama Sumbar,” ujarnya.
Editor : Fix Sumbar