Menurutnya, nilai-nilai filosofi Minangkabau yang dahulu kuat kini harus kembali dihidupkan dalam kehidupan sosial masyarakat.
Mengembalikan Kebanggaan Semen Padang
Dalam kesempatan itu, Dony juga menyoroti kondisi fasilitas perusahaan yang dinilainya perlu segera dibenahi. Ia menegaskan bahwa perusahaan tidak boleh hanya berorientasi pada keuntungan finansial semata, tetapi juga pada kebanggaan dan warisan yang ditinggalkan.
“Saya tidak mau lagi melihat rumah tidak terurus, GOR berantakan. Orang datang ke sini harus bangga menjadi bagian dari Semen Padang,” ujarnya.
Ia meminta manajemen bekerja dengan hati dan profesionalisme, agar perusahaan kembali menjadi simbol kebanggaan masyarakat Sumbar.
“Kerjalah dengan hati. Kerja untuk sesuatu yang bisa kita wariskan dalam kondisi baik, bukan kita tinggalkan dalam keadaan jelek,” pesannya.Bagi Dony, Semen Padang bukan sekadar perusahaan semen. Sejak dulu, hampir setiap kegiatan besar di Sumbar selalu bermuara pada perusahaan tersebut.
“Kalau Sumbar ada kegiatan apa pun, ujung-ujungnya Semen Padang. Betul nggak?” katanya, disambut anggukan para karyawan.
Di akhir arahannya, pesan itu kembali ia tegaskan: Semen Padang harus bangkit, bukan hanya demi perusahaan, tetapi demi masa depan Ranah Minang.
Sebab baginya, kebangkitan Semen Padang adalah bagian dari kebangkitan Sumbar itu sendiri. (*)
Editor : Fix Sumbar