Sebelumnya telah masuk pasar dari penerbit yang sama, buku Rahmah el Yunusiyyah. “Akan menyusul beberapa buku lainnya,” kata KJ.
Proses kreatif KJ memang sudah lama muncul. Terbudur semangatnya sejak menulis novel biografi Inyiak Canduang. Setelahnya, minimal satu buku setahun dicetak. (*)Baca juga: Komisi IV DPRD Sumbar Perkuat Ranperda Lingkungan Hidup, Libatkan Akademisi hingga Masyarakat Sipil
Editor : Fix Sumbar