Mahasiswa Minta Evaluasi Implementasi
Sementara itu, Presiden Mahasiswa KM Unand, Shabbarin Syakur, menegaskan kritik yang disampaikan mahasiswa merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial dan disusun berdasarkan kajian lapangan.
“Suara yang kami bawa di BEM Unand ini bukan suara hasil karangan di atas meja. Kami punya tim kajian yang turun langsung mendengar keluhan di bawah,” kata Syakur.
Menurutnya, mahasiswa tidak menolak program MBG, namun menilai implementasinya masih perlu evaluasi agar sesuai dengan kebutuhan daerah.
“Kami sepakat stunting harus ditekan. Namun implementasinya masih terkesan terburu-buru dan top-down. Ini yang kami sebut perlu evaluasi total,” ujarnya.
Ia juga meminta transparansi rantai pasok program MBG agar benar-benar memberi manfaat bagi petani dan pelaku usaha lokal di Sumbar.Selain itu, pihak mahasiswa menegaskan akan mengawal komitmen Andre terkait penyelesaian persoalan KIP mahasiswa yang nonaktif.
Dosen Apresiasi Ruang Dialog
Panelis diskusi, dosen FISIP Unand Dr. Indah Adi Putri, menilai MBG merupakan investasi jangka panjang dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Namun, ia menekankan pentingnya pengawasan standar higienitas makanan dan transparansi penyaluran bantuan sosial.
Editor : Fix Sumbar


