Warkop Berdiri di Zona Rawan Banjir Bandang Lembah Anai, Publik Pertanyakan Ketegasan Pemerintah

Warkop Berdiri di Zona Rawan Banjir Bandang Lembah Anai, Publik Pertanyakan Ketegasan Pemerintah
Warkop Berdiri di Zona Rawan Banjir Bandang Lembah Anai, Publik Pertanyakan Ketegasan Pemerintah

PADANG - Deru banjir bandang yang menerjang kawasan Lembah Anai pada 11 Mei 2024 masih membekas di ingatan masyarakat Sumatera Barat. Bencana yang dipicu hujan ekstrem dan material lahar dingin Gunung Marapi itu meluluhlantakkan jalur utama Padang–Bukittinggi, menghanyutkan bangunan, merusak jembatan, hingga menelan puluhan korban jiwa.

Arus deras membawa batu, lumpur, dan batang kayu dari hulu sungai. Jalan nasional sempat putus total, kawasan wisata Air Terjun Lembah Anai rusak parah, sementara ribuan warga terdampak dan aktivitas ekonomi lumpuh selama berhari-hari.

Belum pulih dari trauma bencana tersebut, kawasan yang sama kembali diterjang banjir dan longsor pada akhir November 2025. Jalur Padang–Bukittinggi kembali terputus setelah badan jalan di kawasan Mega Mendung tergerus arus Batang Anai.

Rangkaian bencana itu menjadikan Lembah Anai sebagai salah satu kawasan paling rawan galodo di Sumatera Barat. Namun, di tengah ancaman tersebut, sebuah warung kopi justru mulai beroperasi di area sempadan sungai yang sebelumnya masuk rencana penertiban pemerintah.

Video aktivitas warung kopi bernama Hidayatullah beredar luas di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Warkop itu berada di bangunan foodcourt di Jalan Lintas Padang–Bukittinggi, tepat di samping Masjid Hidayatullah.

Dalam video yang beredar, tampak sejumlah kendaraan terparkir di halaman bangunan. Aktivitas penjualan makanan dan minuman disebut mulai berlangsung sejak Senin (4/5/2026).

Kemunculan usaha tersebut memicu sorotan publik karena lokasinya berada di kawasan yang dinilai berisiko tinggi terhadap banjir bandang dan longsor.

WALHI: Jangan Tunggu Korban Baru

Direktur Eksekutif Daerah WALHI Sumbar, Tommy Adam, menilai aktivitas usaha di kawasan itu membahayakan keselamatan masyarakat karena berada di jalur tumbukan air saat banjir besar terjadi.

“Kawasan lokasi berdirinya warkop ini secara fisiografis merupakan daerah tumbukan air. Lama-kelamaan akan terjadi pengikisan oleh air yang membuat tanah mengalami erosi dan berdampak terhadap bangunan di atasnya,” kata Tommy, Selasa (12/5/2026).

Editor : Fix Sumbar
Banner Komintau - MenteriBanner KI sumbarBanner Nevi - HajiBanner Rahmat Hidayat - Hari BuruhBanner Rahmat Saleh - Pers
Bagikan

Berita Terkait
Terkini