BUKITTINGGI - Perayaan 100 tahun Jam Gadang semakin semarak dengan digelarnya Internasional Jam Gadang Fun Run 2026 di Kota Bukittinggi, Minggu (7/6/2026). Kegiatan yang diikuti sekitar 2.000 pelari tersebut juga menjadi ajang promosi pariwisata daerah dengan kehadiran delegasi dari 38 negara.
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, acara ini sejalan dengan visi pembangunan Kota Bukittinggi yang mengedepankan kenyamanan warga dan wisatawan.
"Terima kasih atas partisipasi seluruh peserta. Konsep pembangunan kota yang kami dorong adalah kota berjalan kaki dan kota yang mampu menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat. Program-program yang ada akan terus ditata agar semakin nyaman bagi warga maupun pengunjung," ujarnya.
Ramlan menegaskan bahwa kegiatan berskala internasional tersebut menjadi momentum penting untuk memperkenalkan Bukittinggi ke dunia. Kehadiran delegasi dari puluhan negara dinilai menjadi peluang besar untuk mempromosikan potensi wisata, sejarah, dan budaya kota tersebut.
Menurutnya, Bukittinggi memiliki banyak keunikan yang tidak dimiliki daerah lain. Selain pernah menjadi ibu kota Indonesia dan ibu kota Sumbar, kota ini juga memiliki sejarah penting sebagai pusat pemerintahan pada era Belanda, Jepang, hingga Indonesia.
"Ini adalah warisan sejarah yang harus kita sampaikan kepada generasi muda. Bukittinggi juga dikenal sebagai kota para pemikir, kota proklamator, dan tempat lahir banyak tokoh nasional," katanya.Ketua DPP IKA Unand, Denny Abdi, mengatakan Internasional Jam Gadang Fun Run merupakan bagian dari rangkaian peringatan satu abad Jam Gadang yang menjadi ikon Kota Bukittinggi sekaligus salah satu simbol pariwisata Sumbar.
"Kegiatan ini menghadirkan sekitar 2.000 pelari. Ini menjadi simbol kolaborasi dan semangat bersama menuju Indonesia Emas 2045," ujarnya.
Deni menilai peringatan 100 tahun Jam Gadang menjadi momentum penting untuk melestarikan sejarah dan budaya kepada generasi mendatang. Ia menegaskan bahwa Jam Gadang telah menjadi cagar budaya nasional yang memiliki nilai historis tinggi.
"Jam Gadang memiliki banyak keunikan, termasuk angka empat yang ditulis dengan bentuk berbeda dari umumnya. Dentang jamnya yang khas menjadikan Jam Gadang sebagai ikon pariwisata Sumbar dan detak jantung Kota Bukittinggi," katanya.
Editor : Fix Sumbar