PADANG - Pergantian kepemimpinan di tubuh Partai Amanat Nasional (PAN) Sumatera Barat (Sumbar) pasca mundurnya Arisal Aziz dari jabatan Ketua DPW PAN Sumbar justru dinilai membawa dampak positif bagi konsolidasi partai. Alih-alih menimbulkan perpecahan, proses transisi yang berlangsung cepat disebut menjadi bukti kuatnya soliditas kader PAN di daerah.
Tokoh PAN Sumbar, Guspardi Gaus, menegaskan bahwa seluruh kader tetap berada dalam satu barisan dan terus memperkuat konsolidasi organisasi.
“Buktinya setelah Arisal Aziz mundur dan untuk mencari penggantinya, proses pergantian kepemimpinan di tubuh PAN Sumbar berlangsung cepat dan tepat. Ini menunjukkan kuatnya konsolidasi internal partai,” katanya dalam keterangan yang diterima, Rabu (17/6/2026).
Menurut Guspardi, Arisal Aziz resmi mengundurkan diri pada 9 Juni 2026. Hanya berselang lima hari, tepatnya pada 14 Juni 2026, PAN telah melantik ketua DPW yang baru. Kecepatan proses itu dinilai mencerminkan harmonisasi yang baik di internal partai.
“Artinya harmonisasi dan konsolidasi sangat luar biasa di internal partai,” kata anggota DPR RI periode 2019–2024 tersebut.
Sebagai organisasi politik, lanjut Guspardi, dinamika pascapergantian kepemimpinan merupakan hal yang lumrah. Perbedaan pandangan maupun munculnya berbagai respons dari kader dianggap sebagai bagian dari proses demokrasi yang sehat.“Terjadi gejolak, gelombang, dan sebagainya itu bagian dari dinamika dalam tubuh partai. Itu biasa terjadi dan tidak ada masalah,” katanya.
Guspardi menilai terpilihnya kembali Indra Dt Rajo Lelo sebagai Ketua DPW PAN Sumbar menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi sekaligus memperkuat langkah partai menghadapi tantangan politik ke depan. Pengalaman Indra yang pernah memimpin PAN Sumbar sebelumnya menjadi modal berharga dalam membesarkan partai.
Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan PAN tidak hanya ditentukan oleh figur pemimpin, melainkan juga oleh kekuatan organisasi secara menyeluruh. Karena itu, hubungan antara DPW dan seluruh DPD PAN kabupaten dan kota harus terus diperkuat.
“Ke depan harus dilakukan perencanaan dan pendataan yang matang sehingga PAN bisa meraih pimpinan di Sumbar. Yang tidak kalah penting adalah konsolidasi antara DPW dan DPD-DPD harus solid,” ungkap mantan anggota DPRD Sumbar tiga periode itu.
Editor : Fix Sumbar