Orchid Forest Cikole menjadi salah satu destinasi wisata alam unggulan di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Tempat wisata ini ramai dikunjungi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, karena konsisten mengusung konsep pelestarian alam yang berpadu dengan pariwisata modern.
Berlokasi di Genteng, Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat, Orchid Forest Cikole menawarkan suasana hutan pinus yang asri dengan udara pegunungan yang sejuk.
Destinasi ini kerap menjadi pilihan wisata keluarga, komunitas, hingga rombongan wisata yang datang menggunakan kendaraan pribadi maupun bus pariwisata.
Pada Kamis (12/2/2026), penulis bersama beberapa sahabat berkesempatan mengunjungi kawasan wisata tersebut. Sepanjang perjalanan menuju lokasi, barisan pohon pinus yang menjulang tinggi menyambut dengan hawa dingin khas Lembang.
Kesan alami itu semakin terasa saat memasuki kawasan Orchid Forest, di mana kebersihan lingkungan sangat terjaga. Tidak terlihat sampah berserakan, termasuk puntung rokok, yang sering menjadi persoalan di objek wisata alam lainnya.
Keasrian hutan menjadi daya tarik utama, namun Orchid Forest Cikole juga menghadirkan beragam fasilitas penunjang. Pengunjung dapat menikmati aneka makanan dan minuman, membeli tanaman pinus dengan harga terjangkau, hingga bersantai di kafe yang kini viral, Golden Pine, sebuah kafe rumah kaca yang menyatu dengan lanskap hutan.Tak ingin melewatkan momen, penulis dan rombongan mengabadikan hampir setiap sudut kawasan yang memang dirancang fotogenik. Sejumlah wahana juga dicoba, mulai dari jembatan gantung hingga flying fox, yang menambah pengalaman wisata alam sekaligus memacu adrenalin.
Menurut Manajer Cluster Lembang, Sumarsono, yang didampingi SPV Pemasaran dan Relasi, Dadan Hamdan, Orchid Forest Cikole menjadi bukti bahwa pengembangan wisata dapat berjalan seiring dengan upaya pelestarian hutan.
Dari sisi kunjungan, Orchid Forest Cikole mencatat angka yang cukup tinggi. Pada akhir pekan, jumlah pengunjung bisa mencapai 2.000 hingga 3.000 orang per hari, sementara pada hari biasa berkisar 500 pengunjung. Wisatawan mancanegara, khususnya dari Malaysia dan Singapura, juga tercatat rutin berkunjung.
Untuk menikmati kawasan ini, pengunjung dikenakan tiket masuk sebesar Rp49.000 per orang pada hari biasa dan Rp51.000 per orang saat akhir pekan. Jam operasional dibuka pukul 10.00–19.00 WIB pada hari biasa dan pukul 08.00–19.00 WIB saat akhir pekan.
