Selat Hormuz dan Bayang-Bayang Krisis Energi Global

Foto Two Efly

Pertama, lonjakan harga minyak yang tidak terkendali. Jika Selat Hormuz terganggu atau bahkan diblokade, pasokan minyak dunia bisa terhambat. Pada saat yang sama, sejumlah negara produsen minyak juga dapat mengurangi produksinya karena faktor keamanan. Situasi seperti ini pernah terjadi pada era perang Iran dan Irak pada 1980-an. Saat itu pasar energi global mengalami tekanan besar dan harga minyak melonjak tajam.

Kedua, serangan terhadap fasilitas energi di kawasan Teluk. Timur Tengah memiliki sejumlah kilang dan ladang minyak terbesar di dunia. Jika fasilitas-fasilitas ini diserang, produksi minyak global bisa langsung turun drastis.

Peristiwa serangan terhadap fasilitas minyak di Arab Saudi pada 2019 menjadi bukti bahwa satu insiden saja dapat mengguncang pasar energi dunia.

Ketiga, meluasnya konflik menjadi perang regional. Jika perang tidak lagi terbatas pada dua negara dan mulai melibatkan beberapa kekuatan besar di Timur Tengah, gangguan terhadap produksi minyak bisa terjadi secara bersamaan.

Skenario seperti ini berpotensi memicu krisis energi global seperti yang pernah terjadi pada krisis minyak 1973. Pada masa itu harga energi melonjak tajam dan ekonomi dunia mengalami tekanan berat.

Agenda Ketahanan Energi

Dalam situasi seperti ini, Indonesia perlu memperkuat ketahanan energinya. Ada beberapa langkah strategis yang perlu diprioritaskan.

Pertama, mendiversifikasi sumber impor minyak agar tidak terlalu bergantung pada satu kawasan tertentu. Indonesia musti mencari sumber sumber minyak baru dari beberapa negara penghasil Minyak seperti Brazil, Nigeria dan negara penghasil minyak lainnya.

Kedua, meningkatkan cadangan minyak nasional. Saat ini cadangan energi Indonesia relatif kecil, hanya mampu menopang kebutuhan sekitar tiga hingga empat minggu. Kebijakan ini harus dievaluasi. Cadangan minyak nasional sudah harus ditingkatkan.

Kita musti belajar dari pengalaman. Naik drastisnya konsumsi BBM nasional dalam beberapa dekade belakangan mustilah diimbangi dengan peningkatan cadangan nasional. Storage penampungan BBM nasional musti ditambah. Secepatnya Indonesia mustilah membangun Storage baru disejumlah pulau pulau besar di Indonesia.

Banner JPS- Insanul KamilBanner Nindy - JPSBanner Rahmat Saleh - Milad Berdaya
Bagikan

Opini lainnya
Terkini