Pemerintah Provinsi Harus Jalin Sinergi Lintas Kepala Daerah di Sumbar untuk Percepatan Pembangunan

Foto Hj. Nevi Zuairina

Pada tanggal 20 Februari lalu, Presiden Prabowo Soebianto melantik dan mengambil sumpah 39 Gubernur dan Wakil Gubernur seluruh Indonesia serta 439 Bupati/Walikota di Istana Negara Jakarta.

Presiden Prabowo menandai pelantikan ratusan kepala daerah tersebut dengan menggelar seremoni pelantikan besar besaran dan dilakukan di Istana Negara secara serentak dan dipusatkan di Ibukota Negara Kota Jakarta.

Tentu saja pelantikan ini menjadi momentum besar bagi daerah (baca - Propinsi, Kabupaten dan Kota) untuk bisa saling bersinergi dengan pemerintah pusat dalam menghadapi tantangan zaman yang kian ketat dan dinamis.

Kerjasama, komunikasi dan koordinasi yang terukur, terarah antara pemerintah pusat dengan daerah sangat diperlukan dalam upaya mencapai cita cita menuju Indonesia Emas sebagaimana dicita citakan dan menjadi bagian dari Asta Cita Pemerintahan Presden Prabowo Soebianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Saya kerap mendapatkan pertanyaan bagaimana peran dan posisi Propinsi Sumatera Barat serta apa yang harus dilakukan agar peran yang selama ini sudah dijalani dapat dioptimalkan dengan lebih maksimal dan membawa dampak signifikan pada keberlanjutan Pembangunan di propinsi yang sama sama kita cintai ini.

Rasanya selalu dalam setiap kesempatan saya berbicara dan menyampaikan pokok pikiran saya kepada media dan berbagai kelompok diskusi bahwa Sumbar harus mengambil peran dan menjadikan dirinya sebagai bagian dari rencana strategis pembangunan nasional.

Hal ini menjadi penting dan sangat perlu dilakukan karena kita masih mendengarkan keluhan dari banyak kalangan baik yang berasal dari ranah sendiri maupun perantau yang kerap pulang ke kampung halaman yang menyampaikan betapa kurang berkualitasnya Pembangunan infrastruktur di Sumbar.

Saya teringat beberapa sebelumnya, saya juga sudah menulis terkait infrastruktur di Sumatera Barat yang masih tertinggal dari daerah lain seperti Riau, Jambi dan bahkan Bengkulu.

Saya tidak menafikan kegelisahan itu dan bahkan memahaminya dan menjadikannya sebagai sebuah bentuk kepedulian dari warga Sumbar yang kian khawatir akan keberlanjutan pembangunan di Sumbar yang masih sangat jauh dari harapan.

Momentum pelantikan serentak Kepala Daerah yang dilakukan oleh Presiden di Istana Negara pekan lalu bagi saya adalah momentum yang harus dijadikan sebagai titik awal bagi segenap Pemerintah Daerah di Sumatera Barat untuk mengintegrasikan diri ke dalam program nasional pembangunan infrastruktur, ekonomi pemberdayaan dan kebudayaan.

Bagikan

Opini lainnya
Terkini