Bukik Karimuntiang Satu, Dari Bedah Visi Hingga Ngopi Bareng

Ilhamsyah Mirman, (Founder Ranah Rantau circle/Pengurus DPP IKA Unand). (Sumber : Ist)
Ilhamsyah Mirman, (Founder Ranah Rantau circle/Pengurus DPP IKA Unand). (Sumber : Ist)

Meski bukan organisasi formal, namun keberanian dosen muda mengajak ngopi calon dan direspon dengan kehadiran hampir seluruhnya, penanda baik mengikis sekat komunikasi dan merubuhkan tembok pembatas antar komponen yang seharusnya saling mengisi, tidak ada eksklusifitas.Sebagaimana timbul kesadaran membangun ekosistem digital dan transformasi reformasi serta upaya peningkatan income ditengah persaingan ketat antar perguruan tinggi, maka dosen muda dengan kelincahan dan kreativitas khas kekinian menjadi kunci keberhasilan.

Maka tagline Wakil Rektor Insannul Kamil yang juga salah satu kandidat sangat tepat, dengan merumuskan pada dua kata kunci, Inklusi dan Kolaborasi, alias IK.Mari kita tunggu bagaimana suasana perguliran ide mau dibawa kemana Unand, setelah sore hari di kepoin dengan pertanyaan tajam dan di bedah oleh alumni, yang paling ditunggu tentu prosesi dimuka Dewan Profesor. Apapula kejadian menarik, penting untuk disimak.

Yang jelas, melihat kekompakan diantara calon, bersama alumni dan duduk dengan dosen muda, sungguh membanggakan dan menerbitkan optimisme kalau siapapun yang terpilih membawa berkah kemajuan.Komunikasi terbuka, diantaranya ditandai lontaran spontan mendarmakan hasil pemikiran untuk digunakan siapapun rektor terpilih sebagaimana di ucapkan saat presentasi Ketua LPPM Unand Uyung Gatot jadi contoh, kalau kesamaan harapan dan kesediaan bekerjasama membawa Unand melompat terpatri erat dalam sanubari.

PenutupDasar hukum dan proses pemilihan rektor Unand kali ini memang baru sama sekali, amat berbeda dengan sebelumnya, sesusi dengan posisi sebagai PTNBH yang disusun oleh MWA. Keinginan banyak pihak cawe-cawe menyangkut masa depan bersama, yang dibuktikan dengan gelaran bedah visi misi apapun namanya, hendaknya menjadi alarm pengingat, terutama penyelenggara 'pemilu' rektor agar memperhatikan segala aspek yang ada.

Jangan sampai mendesain titian barakuak yang pada akhirnya akan menyulitkan kita semua. Profesionalisme dan kesadaran akan pentingnya fairnes hendaknya terpatri didalam sanubari panitia pemilihan.Melihat jejak Prof Febrin dan Prof Asrinaldi di peran strategis menjalani tugas mulia ini, keyakinan bakal berjalan dengan baik proses demokrasi ini, paling tidak terbukti hingga Dua kegiatan kemarin. Tentu tidak bisa pula melalaikan kearifan lokal mendapat porsi cukup.

Kombinasi aturan yang fair, dijalankan oleh team mumpuni seraya memperhatikan raso jo pareso selayaknya adat ketimuran melibatkan semua pihak, maka yang terbaik diantara selusin calon bakal muncul membawa biduk besar kita ini, di Bukik Karimuntiang satu. Semoga. (analisa) 

Oleh : Ilhamsyah Mirman, (Founder Ranah Rantau circle/Pengurus DPP IKA Unand). 

Dapatkan informasi terbaru dari fixsumbar.com setiap hari di Grup Telegram Ini. 

Editor : Fix Sumbar
Banner Komintau - MenteriBanner KI sumbarBanner Nevi - HajiBanner Rahmat Hidayat - Hari BuruhBanner Rahmat Saleh - Pers
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini