Antusiasme peserta terlihat jelas dari banyaknya pertanyaan dan diskusi yang muncul. Sejumlah mahasiswa dan aktivis pemuda tampak aktif bertanya, terutama mengenai implementasi HAM di lingkungan pendidikan, keluarga, serta hak-hak sosial ekonomi masyarakat kecil.
Salah seorang mahasiswa Universitas Andalas menyampaikan apresiasinya. “Acara ini membuka wawasan kami tentang HAM. Selama ini banyak orang mengira HAM hanya urusan hukum atau pelanggaran, padahal HAM dekat dengan kehidupan kita sehari-hari,” ujarnya.
P5HAM merupakan Program Prioritas Nasional Kementerian Hukum dan HAM RI. P5HAM menjadi strategi utama pemerintah untuk memastikan penghormatan, perlindungan, pemajuan, penegakan, dan pemenuhan HAM dapat diterapkan hingga ke tingkat masyarakat paling bawah.
Dengan adanya kegiatan di Sumatera Barat, diharapkan semakin banyak daerah yang aktif menumbuhkan kesadaran HAM sebagai bagian dari budaya hidup bermasyarakat.
Para narasumber juga mengingatkan bahwa budaya Minangkabau sejatinya sangat dekat dengan prinsip-prinsip HAM. Filosofi “Alam takambang jadi guru” mengajarkan masyarakat untuk belajar dari alam tentang keseimbangan, kebebasan, dan tanggung jawab.Nilai ini sejalan dengan konsep HAM yang menekankan kesetaraan, saling menghargai, dan menjaga martabat setiap manusia.
Menutup acara, panitia menekankan pentingnya menjadikan hasil sosialisasi ini sebagai langkah awal menuju gerakan nyata. Diharapkan peserta bisa menjadi agen perubahan di lingkungannya masing-masing, agar kesadaran HAM terus berkembang di Sumbar.
Kegiatan P5HAM di Padang ini tidak hanya menjadi ajang sosialisasi, tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap HAM. Dengan dukungan pemerintah, tokoh masyarakat, akademisi, dan organisasi kemasyarakatan, Sumatera Barat diharapkan mampu menjadi contoh daerah yang konsisten dalam mewujudkan masyarakat sadar HAM. (*)
Editor : Fix Sumbar