Ia menekankan bahwa bahasa dan sikap masyarakat sangat berpengaruh dalam menciptakan inklusi. “Kesetaraan dan inklusi bukan sekadar wacana hak asasi, tetapi syarat bagi keadilan sosial, pertumbuhan ekonomi, dan demokrasi yang sehat,” katanya.
Kuliah umum ini diharapkan dapat membuka wawasan mahasiswa mengenai urgensi kebijakan publik yang lebih adil dan inklusif, baik terhadap perempuan maupun kelompok disabilitas. (*) Editor : Fix Sumbar
