Pemilik Kafe Bantah Tudingan Satpol PP, Sebut Kronologis Kericuhan Dimanipulasi di Media Sosial

Pemilik Kafe Bantah Tudingan Satpol PP, Sebut Kronologis Kericuhan Dimanipulasi di Media Sosial
Pemilik Kafe Bantah Tudingan Satpol PP, Sebut Kronologis Kericuhan Dimanipulasi di Media Sosial

PADANG - Pemilik sebuah kafe di kawasan Jalan Bypass Padang secara tegas membantah rilis Humas Satpol PP terkait kericuhan saat razia tengah malam, bahkan menyebut kronologis yang disebar di media sosial sebagai hoaks dan upaya pembelaan diri aparat atas dugaan tindakan kekerasan di lapangan.

Diduga, rilis humas tersebut adalah untuk membela diri dan menyebut pemilik kafe mengejar petugas dan dubalang dengan senjata tajam.

"Pada dasarnya, alur cerita yang disampaikan dalam FB itu hanya merupakan pembelaan diri Satpol PP Padang, karena itu tidak akan terjadi jika penertiban memang dilakukan langsung lembaga penegak Perda tersebut," kata Edi, pemilik kafe kepada media, Minggu sore (7/12/2025).

Yang paling jelas hoaxnya, tegas Edi, dinyatakan bahwa pemilik kafe di KM 12 Bypass, mengejar petugas dan dubalang dengan senjata tajam, ketika dilakukan razia. Tapi terpotong hanya sampai disitu, padahal kejadian tidak ada di KM 12, tapi akun FB Humas Satpol PP tidak meneruskan kronologisnya.

Parahnya lagi, lanjut Edi, kebohongan lagi yang disampaikan dalam FB tersebut, razia yang dilakukan Dubalang dan Satpol PP atas laporan masyarakat, karena keberadaan kafe tempat keributan tersebut.

"Kalau kafe yang disebut Satpol PP meresahkan masyarakat, dengan tegas saya katakan tidak mungkin, karena di sekitar tersebut tidak ada pemukiman warga. Coba warga kota Padang bisa cek lokasi kafe yang terjadi keributan tersebut, ada atau tidak pemukiman masyarakat. Kalau memang ada, maka hari ini kafe kita tutup. Pemukiman masyarakat jauh dari lokasi kafe dan disekitarnya hanya ada pergudangan," tegas Edi.

Ditambahkannya, lokasi kafenya, selain jauh dari pemukiman, juga tidak menyediakan wanita penghibur. Kafe hanya memiliki 2 orang karyawan, dan memiliki izin rumah makan/kafe dan karoke.

"Kafe kita hanya punya dua karyawan, serta memiliki izin rumah makan/kafe dan karoke, saat ini dikelola orang Sungai Bangek, kelurahan Balai Gadang," tambahnya.

Sekaitan dengan keributan saat adanya razia, Edi sudah mengatakan agar konfirmasi pada pengelola, yakni ibu Desi dan suaminya.

Pengelola kafe saat ditemui media mengaku tidak tahu akan ada razia, dan saat itu baru pukul 23.15 wib, musik sudah mati, yang ada hanya karyawan. Saat itulah masuk Dubalang, dengan suara keras menghardik dan menyuruh tutup.

Editor : Fix Sumbar
Banner WIES 2025 1
Bagikan

Berita Terkait
Terkini