Pemilik Kafe Bantah Tudingan Satpol PP, Sebut Kronologis Kericuhan Dimanipulasi di Media Sosial

Pemilik Kafe Bantah Tudingan Satpol PP, Sebut Kronologis Kericuhan Dimanipulasi di Media Sosial
Pemilik Kafe Bantah Tudingan Satpol PP, Sebut Kronologis Kericuhan Dimanipulasi di Media Sosial

Hal tersebut juga dipicu dengan pernyataan seorang dubalang yang mengatakan tidak akan pernah takut dengan siapapun ketika dia memakai baju dubalang.

"Katiko mamakai baju ko (sambil memegang bajunya), aden dak takuik jo dia sajo. (Ketika memakai baju ini, aku gak takut dengan siapa saja), den hadapi sado e (saya hadapi semua)," koar dubalang tersebut.

Seorang saksi mata Anom mengatakan, ketika ditemui Minggu Malam (7/12/2025), mengatakan, kalau sebelumnya pengelola bisa menahan diri dan sopan pada dubalang, menyuruh duduk dan bicara baik-baik, tidak mau ribut, tapi tetap dibentak dubalang.

"Abang itu memegang senjata tajam karena sudah dikeroyok, sebelumnya dia mau pergi ke kantor Satpol PP, tapi ketika sampai mobil, dubalang itu mengejar lagi, maka ada senjata tajam, waktu di dalam abang menyuruh dubalang duduk dan ngomong baik-baik, tapi dibentak, padahal musik sudah dimatikan, yang ada hanya karyawan," tuturnya.

Dia juga menambahkan, setelah pengelola tersebut memegang senjata tajam, kembali dubalang dan anggota Satpol PP mengeroyok, ada yang memukul, mencekik dan menendang, bahkan ada yang mempergunakan kayu, dengan alasan mengamankan.

"Ketika itu dengan alasan mengamankan, kembali abang itu dicekik, dipukul dan ditendang, bahkan ada yang mempergunakan kayu, alasan Satpol PP untuk mengamankan, lalu dipaksa naik truk Satpol PP, sambil dipukuli," tambahnya.

Hal senada juga disampaikan Ila, karyawan kafe, dimana ia menyaksikan betapa sadisnya cara dubalang dibantu Satpol PP melakukan pengamanan pada suami bosnya.

"Wajar saja abang menggunakan senjata tajam, karena dikeroyok tentu dia harus menyelamatkan diri," ulas Ila.

Ketika tim reporter melihat lokasi keributan di Bypass, memang tidak satupun pemukiman masyarakat. Di samping kanan Gudang, disamping kiri tanah kosong, di depan gudang, di belakang sawah luas, kalaupun ada pemukiman warga sangat jauh dari lokasi kafe.

Dari fakta di lapangan, tim media media ini memang tidak melihat adanya pemukiman warga, selain gudang yang informasinya, sore hari juga sudah tutup. (ms/*/ald)

Editor : Fix Sumbar
Banner Komintau - Menteri
Bagikan

Berita Terkait
Terkini