Pemilik Kafe Bantah Tudingan Satpol PP, Sebut Kronologis Kericuhan Dimanipulasi di Media Sosial

Pemilik Kafe Bantah Tudingan Satpol PP, Sebut Kronologis Kericuhan Dimanipulasi di Media Sosial
Pemilik Kafe Bantah Tudingan Satpol PP, Sebut Kronologis Kericuhan Dimanipulasi di Media Sosial

Lalu pengelola (pengontrak) tersebut membangunkan suaminya yang sedang tidur, untuk melayani dubalang yang masuk menyuruh tutup tersebut, agar bisa dilakukan dengan cara baik-baik.

Lalu pengelola meminta Dubalang untuk duduk dulu dan menanyakan, darimana dan kenapa baru jam segini sudah dilakukan razia, padahal dalam sosialisasi perda nomor 1, di sebuah hotel, dinyatakan jan tayang atau tutup sampai pukul 2.00 WIB.

Dilanjutkan, ketika hal itu disampaikan pada dubalang, justru dengan suara lantang mengatakan, "Kami dubalang, dan kami turun bersama satpol PP, ini sudah melanggar Perda nomor 1," kata salah seorang dubalang, dari puluhan yang datang.

Namun pengelola tetap santai dan menyuruh dubalang duduk dan meminta agar memanggil Satpol PP, untuk bisa melakukan razia. Ketika ditanya dubalang dari kelurahan mana, namun mereka menjawab dubalang Koto Tangah.

"Kami dubalang Koto Tangah, sekarang sedang bersedih, kenapa masih buka juga, tutup-tutup," hardik dubalang dengan arogan.

Dijawab lagi oleh pengelola, silahkan Satpol PP yang yang bicara, karena pihaknya belum pernah ditegur, dinasehati, atau diminta untuk tutup baik secara lisan maupun tertulis. Tugas dubalang hanya fasilitasi bukan eksekusi, kalau ada yang melanggar Perda silahkan dubalang lapor pada penegak Perda dan seterusnya. Dubalang dibentuk bukan untuk eksekusi atau mengambil tindakan tapi untuk mediasi dan mengantisipasi pelanggaran di lingkungan kelurahan masing-masing khususnya.

"Setahu saya, dubalang itu tugasnya sebagai fasilitator dan memberikan masukan pada lembaga berwenang, jika ada pelanggaran adat maka sampaikan pada KAN, pelanggaran Perda sampaikan pada Satpol PP, pelanggaran pidana sampaikan pada Polri, bukan mengambil tindakan atau eksekutor, yang bisa menimbulkan masalah baru. Kami juga tidak pernah ditegur, dinasehati atau di suruh tutup baik secara lisan maupun tertulis," tutur pengelola, menyampaikan pada dubalang saat itu.

Namun perdebatan tetap terjadi dan Satpol PP tetap bergerak dibantu dubalang, mengangkat alat musik yang berada di kafe tersebut. Namun akhirnya disepakati untuk bersama ke kantor Satpol PP.

Kronologis

Berkaitan dengan terjadinya keributan, awalnya pemilik kafe tidak ada mengeluarkan senjata tajam, namun para dubalang mengepung dan melakukan pengeroyokan, setelah itu baru pengelola kafe mengambil senjata tajam untuk menyelamatkan diri.

Editor : Fix Sumbar
Banner Komintau - Menteri
Bagikan

Berita Terkait
Terkini