Usai Retret, Dimana Nasionalisme dan Kebangsaan PWI

Usai Retret, Dimana Nasionalisme dan Kebangsaan PWI
Usai Retret, Dimana Nasionalisme dan Kebangsaan PWI

Melalui retret, kita disadarkan untuk kembali kepada tugas mulia seorang wartawan seperti yang dideklarasikan oleh para senior-senior di Solo 80 tahun lalu, yang juga diingatkan oleh tema pada kegiatan retret kali ini, yakni ”Memperkuat Pers yang Profesional, Berintegritas dan Berwawasan Kebangsaan untuk Ketahanan Informasi, Demokrasi, dan Keamanan Nasional”.

Perlunya meningkatkan rasa nasionalisme dan kebangsaan wartawan juga menjadi pesan penting yang disampaikan oleh Menteri Pertahanan RI Sjafie Sjamsoeddin yang turut memberikan pembekalan dalam retret PWI yang berlangsung selama empat hari itu.

Menhan menyebut insan pers memiliki peran strategis sebagai “penjuru perang opini” yang tengah dihadapi bangsa. Wartawan dituntut selalu mengikuti perkembangan informasi agar mampu membaca potensi ancaman sejak dini dan menyiapkan langkah antisipasi.

Antisipasi tersebut, lanjut Menhan Sjafrie, harus berpijak pada kepentingan nasional dengan tujuan utama melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. Tugas ini bukan semata tanggung jawab aparat pertahanan, melainkan kewajiban seluruh rakyat untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI.

Sebagai insan pers sangat diharapkan update terhadap perkembangan yang ada, tidak boleh ketinggalan informasi, mempunyai suatu antisipasi. Dimana antisipasi yang disiapkan itu harus menjaga kepentingan nasional.

”PWI ditantang untuk menjadi penjuru dari insan pers yang nasionalis dan punya wawasan kebangsaan,” ujar Menhan usai makan siang bersama dengan peserta retret.

Pesan pentingnya bela negara juga ditekankan oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Pertahanan (Ka BPSDM) Mayor Jenderal TNI Ketut Gede Wetan Pastia pada saat penutupan pelatihan di pusat latihan Batalyon 13 Grup 1 Kopassus Bogor dan Kapusdiklat Bela Negara Badiklat Kemhan Brigjen TNI Ferry Trisnaputra sebagai pengelola tempat retret PWI.

Sambil menyeruput mie rasa kari ayam, oleh-oleh selama pendidikan dan latihan bela negara, dan melirik lencana Bela Negara NKRI berwarna kuning emas, saya mengingat kembali materi-materi yang disampaikan oleh para widyaiswara (pengajar) Puskombelneg dan merenung, akankah nasionalisme dan kebangsaan wartawan akan kembali bangkit setelah mengikuti retret? Jawabannya kembali kepada masing-masing peserta retret. (*)

Editor : Fix Sumbar
Banner Komintau - MenteriBanner KI sumbarBanner Nevi - HajiBanner Rahmat Hidayat - Hari BuruhBanner Rahmat Saleh - Pers
Bagikan

Berita Terkait
Terkini