Global Tourism Resilience Day 2026, Momentum Menegaskan Ketahanan Pariwisata Kota Padang

Global Tourism Resilience Day 2026, Momentum Menegaskan Ketahanan Pariwisata Kota Padang
Global Tourism Resilience Day 2026, Momentum Menegaskan Ketahanan Pariwisata Kota Padang

Oleh : Dr. H. Febby Dt Bangso, S.St.Par., M.Par., QRGP, CFA

Global Tourism Resilience Day 2026, Momentum Menegaskan Ketahanan Pariwisata Kota Padang

Setiap tanggal 17 Februari, dunia memperingati Global Tourism Resilience Day—sebuah refleksi global tentang bagaimana sektor pariwisata harus mampu bertahan, beradaptasi, dan bangkit dari krisis.

Momentum ini lahir dari kesadaran bahwa pariwisata adalah sektor paling rentan terhadap guncangan: pandemi, bencana alam, krisis ekonomi, konflik geopolitik, hingga perubahan iklim. Namun sekaligus, pariwisata adalah sektor yang paling cepat bangkit—jika dikelola dengan sistem yang benar.

Bagi Kota Padang, 17 Februari 2026 bukan sekadar seremoni internasional. Ia adalah titik refleksi strategis.

Apa Itu Tourism Resilience?

Menurut kerangka global yang dikembangkan oleh World Tourism Organization, ketahanan pariwisata (tourism resilience) mencakup:

Kemampuan mengantisipasi risiko

Kemampuan merespons krisis

Kemampuan beradaptasi secara struktural

Editor : Fix Sumbar
Banner Komintau - MenteriBanner KI sumbarBanner Nevi - HajiBanner Rahmat Hidayat - Hari BuruhBanner Rahmat Saleh - Pers
Bagikan

Berita Terkait
Terkini