Global Tourism Resilience Day 2026, Momentum Menegaskan Ketahanan Pariwisata Kota Padang

Global Tourism Resilience Day 2026, Momentum Menegaskan Ketahanan Pariwisata Kota Padang
Global Tourism Resilience Day 2026, Momentum Menegaskan Ketahanan Pariwisata Kota Padang

Sebagai kota maritim dengan sejarah pelabuhan Emmahaven (kini Pelabuhan Teluk Bayur), Padang harus menjadikan blue economy sebagai strategi ekonomi jangka panjang.

Marine tourism harus berjalan seiring dengan konservasi pesisir. Laut yang bersih bukan hanya isu lingkungan—ia adalah jaminan keberlanjutan industri.

3. Gastronomy & Hygiene Resilience

Tidak ada ketahanan destinasi tanpa standar sanitasi yang kuat. Restoran, kafe, dan pusat kuliner harus memenuhi standar hygiene, air bersih, pengelolaan limbah, dan fasilitas toilet publik yang layak.

Isu toilet adalah isu reputasi.

Destinasi kelas dunia tidak boleh gagal pada standar dasar.

UU Pariwisata 18 Tahun 2025 dan Arah Resilience

Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2025 tentang Kepariwisataan menekankan:

Pariwisata berkualitas

Berkelanjutan

Editor : Fix Sumbar
Banner Komintau - MenteriBanner KI sumbarBanner Nevi - HajiBanner Rahmat Hidayat - Hari BuruhBanner Rahmat Saleh - Pers
Bagikan

Berita Terkait
Terkini