Sama seperti manusia, bangunan pun mengalami proses penuaan. Semakin tua usia sebuah bangunan, semakin besar pula biaya dan perhatian yang dibutuhkan untuk menjaga keselamatannya.
Karena itu, revitalisasi GOR Haji Agus Salim bukan sekadar proyek pembangunan. Ia merupakan bentuk tanggung jawab untuk memastikan fasilitas publik tetap aman digunakan oleh masyarakat.
Lebih baik membangun kembali hari ini daripada menyesal di kemudian hari. Bencana alam memang tidak dapat dicegah, tetapi risiko akibat bangunan yang telah menua dapat diminimalkan melalui perencanaan yang baik.
Oase Infrastruktur
Di tengah terbatasnya pembangunan infrastruktur di Sumatera Barat, revitalisasi GOR Haji Agus Salim terasa seperti sebuah oase.
Ketika kemampuan fiskal daerah semakin terbatas dan ruang pembangunan semakin sempit, kehadiran anggaran dari APBN menjadi angin segar bagi Ranah Minang.Nilai proyek yang mencapai sekitar Rp400 miliar bukanlah angka kecil. Besarnya cukup signifikan dibandingkan APBD Sumatera Barat, bahkan melampaui APBD sejumlah kabupaten dan kota di provinsi ini.
Tanpa dukungan pemerintah pusat, hampir mustahil stadion ini dapat dibangun kembali.
Kita cukup belajar dari Stadion Utama Sumatera Barat di Lubuk Alung yang hingga kini belum sepenuhnya dapat dimanfaatkan secara optimal karena keterbatasan anggaran penyelesaian.
Karena itu, revitalisasi GOR Haji Agus Salim patut disambut dengan rasa syukur. Ini bukan sekadar pembangunan sebuah stadion, melainkan investasi jangka panjang bagi olahraga, ekonomi, dan wajah Kota Padang.
Editor : Fix Sumbar