Ricky Putra Sinaro, Menyulap Kampung Nelayan Menjadi Destinasi Wisata Dunia

Foto Ridwan Tulus

Itulah...kadang negara lain lebih menghargai kita dibanding dinegara sendiri. Tapi tidak jadi masalah yang penting bagaimana kita tetap berbuat untuk agama dan bangsa!

Ricky Putra Sinaro Pelopor Green Tourism di Sungai Pinang - Mandeh

Akhirnya Ricky dengan pengalamannya yang saya rasa sudah cukup saya tantang dia untuk membuat Green Tourism Destination ( protect the cultures, protect the natures, empower and bring benefit for local people and support conservation ) dikampungnya. Karena dia begitu ulet. Disamping bahasa Inggris dia juga sudah menguasai bahasa Perancis.

Biasanya diawal pembuatan program disuatu destinasi saya selalu turun langsung dahulu untuk melihat potensi apa yang akan diangkat nantinya.

Dan ketika pertama keSungai Pinang saya masih menggunakan perahu karena belum ada jalan kesana. Dan saya langsung takjub dengan keindahan alam dan kehidupan desa nelayannya. Dan saya langsung optimis untuk memulai program disana.

Dan saya mengutarakan hal tersebut kepada ayah Ricky yang kebetulan wali nagari disana. Dan dia sangat senang sekali dan mengabulkan permintaan saya untuk mengundang para tetua adat disana untuk mendiskusikan hal tersebut. Alhamdulillah setelah berkumpul mereka semua senang untuk mendukung ide kami.

Menjadi Nelayan di Sungai Pinang

Hal pertama yang saya lakukan bersama Ricky dengan keahlian saya dalam mendesign program wisata Life Experience Tourism kami memulai program disana "Bagaimana Menjadi Nelayan" karena saya berpikir untuk orang - orang tertentu pasti merasa senang mendapat pengalaman baru tinggal didaerah terpencil dan minim fasilitas.

Karena akomodasi belum ada disana saya menggunakan rumah penduduk untuk penginapannya dan memperbaiki beberapa rumahnya khususnya fasilitas MCK.

Saya sengaja menjual program yang keahlian orang kampung disana. Menjadi Nelayan! Jadi saya tidak perlu lagi melatih mereka karena itu sudah keahlian mereka. Dan bahkan mereka jauh ahli dari pada saya. Tapi yang saya ajar kepada mereka masalah etika dalam melayani tamu apalagi bule. Masalah safety karena itu adalah yang utama apalagi dilaut. Juga standar pariwisata lainnya seperti sapta pesona.

Bagikan

Opini lainnya
Terkini