Ke depan, tantangan utama adalah menjaga konsistensi dan kredibilitas kebijakan tersebut. Diplomasi yang aktif harus diimbangi dengan penguatan fundamental ekonomi di dalam negeri, termasuk reformasi struktural, peningkatan daya saing industri, dan pengelolaan fiskal yang prudent. Tanpa fondasi ekonomi yang kuat, keuntungan geopolitik tidak akan dapat dimanfaatkan secara optimal.
Dengan demikian, geopolitik Prabowo tidak hanya berkaitan dengan peran Indonesia di panggung internasional, tetapi juga menyentuh inti kedaulatan nasional dalam arti yang lebih luas. Di tengah dunia yang semakin terpolarisasi dan penuh ketidakpastian, upaya untuk memperkuat posisi tawar global sekaligus menjaga stabilitas ekonomi menjadi bagian dari strategi jangka panjang Indonesia untuk tetap berdiri sebagai negara yang mandiri dan berdaulat. (*)Baca juga: Naik Harga saat Lebaran Apakah Mamakuak?
