Kerisauan Dony Oskaria

Kerisauan Dony Oskaria
Kerisauan Dony Oskaria

Masalah utamanya adalah konektivitas. Akses manusia dan barang masih tersekat. Jalur Lembah Anai masih buka-tutup. Jalur alternatif Sicincin–Malalak juga belum sepenuhnya lancar. Perputaran ekonomi pun tersendat.

Lembah Anai adalah nadi utama ekonomi Sumbar. Jalur ini menjadi penghubung ibu kota provinsi dengan kabupaten dan kota penyangga. Jalur ini juga menghubungkan Padang dan Pekanbaru sebagai pasar utama.

Selasa, 17 Februari 2026, saya kembali melintasi kawasan tersebut. Itu adalah kali kedua saya melewati jalur Padang–Bukittinggi pascabencana hidrometeorologi.

Proses pemulihan memang berjalan. Namun, estimasi penyelesaian dalam 90 hari tampaknya akan molor. Titik bencana tidak berkurang. Longsoran susulan justru muncul setelah hujan deras.

Ramadhan seharusnya menjadi momentum kebangkitan makroekonomi. Lonjakan konsumsi saat Ramadhan biasanya mendorong pertumbuhan ekonomi. Produksi pangan dan sandang pun meningkat.

Sayangnya, momentum ini terancam tidak optimal. Hambatan transportasi masih menjadi kendala. Jalur Sitinjau Lauik tidak mungkin menjadi satu-satunya andalan. Kemacetan hampir pasti terjadi.

Berpeluang Kontraksi

Jika pada Q4/2025 Sumatera Barat tumbuh minus secara quarter to quarter dan year on year, maka Q1/2026 berpeluang kembali terkontraksi secara year on year.

Mengapa? Sulit bagi Sumatera Barat menyamai pertumbuhan Q1/2025 sebesar 4,66 persen. Angka tersebut ditopang kinerja Q4 2024 yang tumbuh 4,04 persen.

Artinya, Q1/2025 dimulai dari basis yang relatif kuat. Pertumbuhan bergerak dari 4,04 persen menjadi 4,66 persen.

Editor : Fix Sumbar
Banner JPS- Insanul KamilBanner Nindy - JPS
Bagikan

Berita Terkait
Terkini