Bencana pun belum sepenuhnya usai. Sejumlah daerah masih terdampak. Longsor dan banjir susulan terus terjadi.
Rasa waswas juga belum hilang. Masyarakat di daerah hiliran sungai masih cemas. Setiap hujan deras, debit air langsung meningkat. Kondisi ini ikut menekan aktivitas ekonomi.
Berharap Konsumsi
Pertumbuhan ekonomi Sumbar sangat bergantung pada konsumsi. Hambatan konektivitas memengaruhi ketersediaan barang dan jasa.
Harapan tetap ada. Idul Fitri diharapkan menjadi puncak konsumsi. Arus mudik perantau diyakini akan meningkatkan belanja masyarakat.Secara peluang, Idul Fitri adalah momentum emas. Namun, kelancaran akses jalan menjadi kunci. Jika jalur utama masih buka-tutup dan belum beroperasi 24 jam, peluang ini bisa terlewat.
Perantau akan berpikir ulang untuk mudik. Mereka enggan pulang jika transportasi masih terkendala.
Harapannya, perbaikan jalur Lembah Anai dan Malalak dapat tuntas menjelang Idul Fitri. Setidaknya H-7, akses sudah terbuka 24 jam. Tanpa itu, Sumbar kembali berisiko kehilangan momentum kebangkitan ekonomi di awal tahun. (*)
Editor : Fix Sumbar