Aktivis dan Mantan Aktivis

Aktivis dan Mantan Aktivis
Aktivis dan Mantan Aktivis

Angka 85 persen itu berputar di sektor riil: pembelian beras, lauk-pauk, sayur-mayur, hingga susu. Ini membuktikan, Program MBG tidak saja menjawab kebutuhan gizi anak-anak. Dalam aplikasi lapangan MBG telah berperan ganda termasuk menggerakkan ekonomi lokal.

Dapur MBG, dalam konteks ini, menjelma menjadi "pasar baru". Petani, pedagang, hingga pelaku UMKM memperoleh ruang hidup dari rantai pasok yang tercipta.

Dari sisi ketenagakerjaan, satu dapur SPPG setidaknya mampu menyerap sekitar 47 pekerja—mulai dari juru masak hingga tenaga gizi. Jika di Kota Padang terdapat 30 dapur, maka sekitar 1.410 tenaga kerja dapat terserap.

Belum lagi perputaran likuiditasnya. Pada 2025, anggaran MBG diperkirakan mencapai Rp10 Triliun hingga Rp 11 Triliun. Angka ini bahkan melampaui sebagian kapasitas fiskal daerah di Sumatera Barat.

Artinya apa? MBG tidak lagi sekadar program sosial. MBG dalam aplikasinya telah bertransformasi menjadi instrumen penting dalam menggerakan ekonomi dilapangan.

Ada juga pertanyaan menarik lainnya muncul. Kenapa tidak dilakukan saja dalam bentuk tunai? Sekilas ini lebih efektif. Selain bisa mengelimir dampak keracunan dan permasalahan lainnya, BLT lebih simple dan langsung ke titik sasaran.

Sepintas ini benar. Namun di lapangan sesuatu yang ideal dan tepat seringkali membias di lapangan. Termasuk melencengnya penggunaan dana MBG itu oleh orang tua siswa untuk keperluan lain. Siapa yang bisa menjamin dana itu tidak pergunakan untuk membayar cicilan motor, paket data gaway atau kebutuhan lainnya.

BOP dan Strategi yang Tak Terlihat

Isu kedua yang mengemuka adalah keterlibatan Indonesia dalam Board on Peace (BOP). Di ruang publik, kebijakan ini kerap dipersepsikan sebagai perubahan arah dukungan terhadap perjuangan Kemerdekaan Palestina.

Dalam dialog antara aktivis dan mantan aktivisi persepsi itu tidak sepenuhnya benar. Masuknya Indonesia ke dalam forum tersebut justru dipandang sebagai langkah diplomasi strategis—sebuah pendekatan “dari dalam”. Strategi ini mengikuti jejak sejumlah negara lain untuk memperkuat posisi dalam memperjuangkan Kemerdekaan Palestina.

Editor : Fix Sumbar
Banner Komintau - MenteriBanner KI sumbarBanner Nevi - HajiBanner Rahmat Hidayat - Hari BuruhBanner Rahmat Saleh - Pers
Bagikan

Berita Terkait
Terkini