Selain kelapa, komoditas gambir juga masuk dalam agenda pengembangan industri bernilai tambah.
Wilayah Kabupaten Lima Puluh Kota, Kabupaten Pasaman, dan Kabupaten Pesisir Selatan menjadi target proyek percontohan pengembangan industri gambir dengan nilai investasi awal sekitar Rp500 miliar.
Melalui hilirisasi, gambir diharapkan tidak lagi hanya diekspor dalam bentuk bahan mentah, tetapi diolah menjadi produk turunan dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi serta mampu membuka lapangan kerja baru.
Pariwisata dan Kuliner Ikut Didorong
Di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, forum turut membahas pengembangan pusat kuliner malam tematik yang direncanakan di kawasan Kabupaten Lima Puluh Kota.
Konsep yang diusung tidak hanya sebagai pusat makanan, tetapi juga sebagai destinasi wisata dengan penataan kawasan yang lebih modern dan memiliki identitas khas daerah.
Pengembangan ini diharapkan terintegrasi dengan destinasi unggulan seperti Kabupaten Kepulauan Mentawai dan kawasan wisata Mandeh di Kabupaten Pesisir Selatan.Infrastruktur Jadi Penopang Utama
Dari sisi infrastruktur, proyek Jalan Tol Padang–Pekanbaru menjadi perhatian utama. Proyek ini dinilai strategis dalam menekan biaya logistik dan meningkatkan konektivitas antarwilayah.
Seksi Sicincin–Pangkalan disebut sebagai prioritas, dengan sejumlah opsi pengembangan yang tengah dikaji, termasuk penggunaan jalur terowongan.
Editor : Fix Sumbar