Direktur PT ALKO Sumatra Kopi menegaskan bahwa transparansi menjadi kunci dalam industri kopi modern.
"Pasar global hari ini tidak hanya membeli kopi, tetapi juga membeli kepercayaan. Traceability menjadi kunci utama. Dengan Qthink-X, kita bisa memastikan transparansi dari hulu ke hilir,” ujarnya.
ALKO juga membuka akses gratis penggunaan platform bagi petani dan koperasi di Bengkulu guna mempercepat digitalisasi sektor pertanian. Namun, penggunaan sistem digital tersebut menjadi syarat dalam kemitraan untuk menjaga standar kualitas dan konsistensi data.
Kolaborasi Jadi Kunci
Gubernur Bengkulu menyatakan dukungan penuh terhadap upaya hilirisasi dan digitalisasi kopi. Ia menilai kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam percepatan pertumbuhan ekonomi daerah.
Pihak Universitas Bengkulu menegaskan peran strategis akademisi dalam riset, inovasi, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor kopi.
Sementara itu, Bank Indonesia Bengkulu menyoroti pentingnya akses pembiayaan serta penguatan kelembagaan petani. Integrasi data digital dinilai dapat membuka peluang pembiayaan berbasis produksi yang lebih luas.Ketua Dewan Kopi Indonesia, Rusman Heriawan, menekankan pentingnya peningkatan produktivitas guna mendorong kesejahteraan petani sekaligus meningkatkan devisa ekspor.
Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachman Pambudi, menegaskan bahwa masa depan kopi Indonesia sangat bergantung pada inovasi, digitalisasi, serta penguatan kelembagaan petani.
Forum ini menjadi langkah awal transformasi industri kopi Bengkulu melalui pendekatan kolaboratif dan berbasis teknologi, dengan harapan mampu meningkatkan daya saing kopi Indonesia di pasar global. (*)
Editor : Fix Sumbar
