KUALA LUMPUR - General Assembly (GA) Confederation of ASEAN Journalists resmi digelar pada 27-30 April 2026 di Kuala Lumpur dengan mengusung sejumlah agenda strategis, mulai dari laporan pertanggungjawaban organisasi, suksesi kepemimpinan, hingga pembahasan masa depan jurnalisme di era kecerdasan buatan (AI).
Forum tahunan ini diikuti perwakilan jurnalis dari negara anggota ASEAN, yakni Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam, Singapura, Filipina, Kamboja, dan Laos. Selain itu, hadir pula mitra dari kawasan lain seperti China dan Korea, yang turut memperkaya perspektif dalam diskursus global media.
Delegasi Indonesia yang berasal dari Persatuan Wartawan Indonesia menunjukkan peran aktif dalam memperkuat kolaborasi jurnalis di kawasan. Rombongan dipimpin Ketua Umum PWI Akhmad Munir bersama Presiden CAJ demisioner Atal S. Depari.
Turut hadir dalam delegasi tersebut antara lain Ahmed Kurnia, Agus Sudibyo, Irfan Junaidi, Yono Hartono, Musrifah, Sumber Rajasa Ginting, Kadirah, Herlina, Dar Edi Yoga, serta Mercys Charles Loho.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Board Meeting I yang membahas laporan pertanggungjawaban organisasi, penandatanganan KL Declaration, serta proses suksesi internal.
Sekretaris Jenderal CAJ, Ahmed Kurnia, menegaskan bahwa forum ini menjadi momentum penting dalam menentukan arah organisasi ke depan.“Sidang ini bukan sekadar laporan rutin, tetapi menjadi titik konsolidasi dan penegasan komitmen bersama untuk memperkuat peran jurnalis ASEAN di tengah perubahan global,” ujarnya.
Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan pembukaan resmi di Concorde Ballroom. Dalam kesempatan tersebut, Atal S. Depari menyampaikan pidato perpisahan sebelum prosesi simbolis penyerahan bendera CAJ dari Indonesia kepada Malaysia.
Penyerahan bendera dilakukan oleh Akhmad Munir kepada Presiden CAJ terpilih, Low Boon Tat, sebagai simbol estafet kepemimpinan organisasi.
Mewakili Pemerintah Malaysia, Wakil Menteri Komunikasi Teo Nie Ching menegaskan komitmen negaranya dalam mendukung kebebasan pers yang bertanggung jawab serta memperkuat kolaborasi media di kawasan ASEAN.
Editor : Fix Sumbar