apakah ada mekanisme respons krisis,
apakah komunikasi internal berjalan efektif,
dan apakah kader memiliki kapasitas literasi informasi yang memadai.
Bagi Partai Ummat, ini adalah momen reflektif. Ketika figur sentral diserang melalui rekayasa AI, yang diuji adalah apakah partai mampu berdiri sebagai institusi—bukan sekadar perpanjangan dari figur tersebut.
Literasi Digital sebagai Agenda Politik
Salah satu implikasi paling penting dari fenomena ini adalah perlunya reposisi literasi digital sebagai agenda politik, bukan sekadar program edukasi.Partai politik memiliki posisi strategis untuk:
mengedukasi kader dan simpatisan,
membangun budaya verifikasi informasi,
dan mendorong etika komunikasi politik yang lebih bertanggung jawab.
Editor : Fix Sumbar

