Dari Ranah Minang, Enam Srikandi Membuka Jalan Polisi Wanita Indonesia

Dari Ranah Minang, Enam Srikandi Membuka Jalan Polisi Wanita Indonesia
Dari Ranah Minang, Enam Srikandi Membuka Jalan Polisi Wanita Indonesia

Ada upacara.

Ada penghargaan.

Ada berbagai kegiatan.

Semua itu baik.

Tetapi sejarah tidak boleh berhenti sebagai seremoni.

Peringatan sejarah seharusnya menjadi kesempatan untuk melakukan introspeksi.

Apakah perempuan dalam institusi negara telah memperoleh ruang yang adil?

Apakah kewenangan telah digunakan dengan penuh tanggung jawab?

Apakah masyarakat merasa aman ketika berhadapan dengan aparat.

Dan apakah hukum benar-benar ditempatkan di atas kepentingan kekuasaan?

Editor : Fix Sumbar
Banner JMSI 2026
Bagikan

Berita Terkait
Terkini