Dan jalan itu bermula di Bukittinggi.
Maka, ketika kita melihat Jam Gadang, jangan hanya melihat waktu.
Lihatlah sejarah yang bergerak bersamanya.
Ketika kita menyebut Bukittinggi, jangan hanya mengingat kota wisata.
Ingatlah kota perjuangan.
Dan ketika kita memperingati Hari Jadi Polwan, jangan hanya mengingat seragam dan institusinya.Ingatlah enam perempuan yang pertama kali berani mengenakan seragam itu.
Sebab mereka telah memberikan pelajaran sederhana tetapi mendalam:
Sejarah tidak selalu dimulai dari mereka yang jumlahnya banyak.
Kadang-kadang sejarah dimulai dari enam orang yang berani melangkah ketika yang lain masih ragu.
Editor : Fix Sumbar