Bukittinggi pada masa revolusi merupakan salah satu pusat penting kehidupan politik, pemerintahan dan perjuangan Republik di Sumatera.
Kota ini memiliki lingkungan pendidikan yang berkembang dan tradisi masyarakat yang relatif terbuka terhadap pendidikan perempuan.
Di sisi lain, kita tidak dapat melepaskan Bukittinggi dari kebudayaan Minangkabau.
Ranah Minang memiliki sejarah panjang dalam melahirkan perempuan yang berani memasuki ruang publik.
Nama Rohana Kudus adalah salah satu contohnya.
Melalui pendidikan dan jurnalistik, Rohana membuka ruang bagi perempuan untuk memperoleh pengetahuan dan berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat.Kemudian ada Rasuna Said, yang memperlihatkan keberanian perempuan Minangkabau dalam perjuangan politik dan kebangsaan.
Mereka tidak menjadi polisi.
Tetapi semangat mereka mempunyai persamaan:
perempuan tidak harus menunggu sejarah berubah. Perempuan dapat ikut mengubah sejarah.
Editor : Fix Sumbar