Enam nama itu adalah Mariana Saanin Mufti, Nelly Pauna Situmorang, Rosmalina Pramono, Dahniar Sukotjo, Djasmainar Husein, dan Rosnalia Taher.
Enam perempuan.
Satu kota.
Satu momentum.
Kemudian menjadi sejarah nasional.
---
Ketika Republik masih mempertaruhkan kemerdekaanTahun 1948 bukanlah tahun yang tenang.
Republik Indonesia baru berusia tiga tahun.
Kemerdekaan telah diproklamasikan, tetapi perang mempertahankan kemerdekaan belum berakhir.
Editor : Fix Sumbar