Menghidupkan Ombilin bukan sekadar bernostalgia. Harus ada rencana yang jelas, terbuka, dan berpihak pada masyarakat.
Efek Berganda bagi Ekonomi
Kalau tambang beroperasi lagi, dampaknya bisa luas. Lapangan kerja akan terbuka. Pendapatan masyarakat naik. Warung, toko, jasa transportasi, hingga usaha kecil akan ikut bergerak.
Tambang juga butuh alat, perawatan, angkutan, dan banyak layanan lain. Dari situ muncul rantai usaha baru.
Batu bara Ombilin juga bisa memperkuat industri yang sudah ada, seperti PLTU Teluk Sirih dan PT Semen Padang. Kalau pasokan batu bara dekat dan biaya angkut lebih murah, biaya produksi bisa turun. Produk jadi lebih bersaing.
Jalur kereta api Sawahlunto–Padang pun bisa hidup kembali sebagai angkutan barang massal. Ini akan membuat distribusi lebih murah dan efisien.
Potensi yang Masih BesarWilayah Sawahlunto dan Sijunjung masih menyimpan cadangan batu bara yang cukup besar. Data dari PT Bukit Asam Tbk menyebutkan cadangan tambang terbuka sekitar 2 juta ton, dan tambang dalam sekitar 100 juta ton. Ini bukan angka kecil.
Artinya, jika dikelola serius, Ombilin bukan hanya solusi sesaat. Ia bisa menjadi penopang ekonomi jangka panjang.
Namun satu hal penting: semua harus dijalankan dengan menjaga lingkungan. Tambang tidak boleh merusak alam atau mengabaikan hak masyarakat. Harus transparan, adil, dan berkelanjutan.
